Nila – Nilai Dasar Perjuangan

Nila - Nilai Dasar Perjuangan

Nila – Nilai Dasar PerjuanganNila - Nilai Dasar Perjuangan

  1.      Dasar – Dasar Kepercayaan

Dalam kehidupan manusia butuh kepercayaan. Sebagaimana dasar bahwa manusia adalah makhluk percaya.Menganut kepercayaan yang salah bukan saja tidak dikehendaki akan tetapi bahkan berbahaya. Kepercayaan mungkin mengandung unsur-unsur kebenaran dan kepalsuan yang campur baur. Kepercayaan yang sungguh-sungguh yang merupakan kebenaran. Kebenaran yang mutlak adalah yang bersumber dari Tuhan Allah SWT Perkataan “Tidak ada Tuhan” meniadakan segala bentuk kepercayaan. Perkataan “Selain Allah”  memperkecualikan satu kepercayaan kepada kebenaran. Yang dimaksudkan dengan persaksian tersebut ; agar manusia hanya tunduk pada ukuran kebenaran dalam menetapkan dan memilih nilai – nilai, itu berarti tunduk pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta segala yang ada termasuk manusia. Tunduk dan pasrah itu disebut Islam Wahyu itu diberikan kepada manusia tertentu yang memenuhi syarat dan dipilih oleh Tuhan sendiri yaitu para Nabi dan Rasul atau utusan Tuhan. Muhammad adalah Rasul penghabisan, jadi tiada Rasul lagi sesudahnya. Jadi para Nabi dan Rasul itu adalah manusia biasa dengan kelebihan bahwa mereka menerima wahyu dari Tuhan Wahyu Tuhan yang diberikan kepada Muhammad SAW terkumpul seluruhnya dalam kitab suci Al-Quran. Jadi untuk memahami Ketuhanan Yang Maha Esa dan ajaran – ajaran-Nya, manusia harus berpegang kepada Al-Quran dengan terlebih dahulu mempercayai kerasulan Muhammmad SAW. Hukum dasar alami daripada segala yang ada inilah “perubahan dan perkembangan”, sebab: segala sesuatu ini adalah ciptaan Tuhan dan pengembangan olehNya dalam suatu proses yang tiada henti-hentinya. Alam diciptakan dengan wujud yang nyata dan objektif sebagaimana adanya Segala sesuatu ini adalah berasal dari Tuhan dan menuju kepada Tuhan. Maka satu-satunya yang tak mengenal perubahan hanyalah Tuhan sendiri, asal dan tujuan segala sesuatu.

 

Sumber :

https://butikjersey.co.id/