Stabilitas Lingkungan

Stabilitas Lingkungan

Desain pengendalian dalam lingkungan yang stabil dapat berbeda dari desain pengendalian dalam lingkungan yang selalu berubah. Stabilitas dalam lingkungan eksogen dapat dinilai dari kokuatan gerakan yang secara eksternal menghasilkan produk-produk yang memerlukan suatu tanggapan. Derajat stabilitas lingkungan dapat ditingkatkan dengan memilih alat yang tepat terhadap perubahan lingkungan, seperti pengenalan sejumlah produk baru, tindakan-tindakan pesaing yang melakukan metode produksi yang lebih baik atau efisien, atau inisiatif pihak pengambil keputusan yang ruempengaruhi unit-unit kerja.

Suatu lingkungan eksogen yang stabil diasumsikan dalam banyak pembahasan sistem biaya standar dan analisis hubungan atas varians biaya.Asumsi ini memunculkan fakta yang terpisah antara operasi yang sementara dengan lingkungan bisnis yang menuntut adanya perubahan secara tems menerus. Dengan membandingkan antara biaya aktual yang terjadi dengan standar yang telah ditentukan, subsistem biaya standar menjadi penting untuk ditinjau. Analisis yang demikian tidaklah konsisten dengan suatu rancang pengendalian yang ditujukan pada suatu ekspektasi. Jika tanggapan terhadap lingkungan yang berubah adalah lebih penting, maka hanya sekedar memenuhi standarstandar yangtelah ditetapkan pada akhir tahun bukanlah suatu kunci kesuksesan. Beberapa akuntan beranggapan bahwa-rancarigan pengendalian sebelum terjadinya suatu kejadian adalah pelengkap dari retrospektif umum atau rancangan-rancangan yang berorientasi pada hal-hal yang belum terjadi di depan. Kondisi tesebut dapat diharapkan ada dalam pendekatan-pendekatan inovatif yang menjadi lebih umum manakala pendekatan tersebut dipandang sebagai sesuatu yang penting untuk keberhasilan niat dan minat kerja melalui perubahan manajemen.

  1. Motif Keuntungan

Keberadaan dari motif keuntungan tentunya bukanlahpenghalang untuk menggunakan ukuran-ukuran penilaia, akuntansi terhadap prod uktivitas. Pada sisl lain, jelas bahwa sistem pengendalian yang didasarkan pada motif dan ukuran-ukuran profitabilitas sering kali tidak dapat diterjemahkan secara langsung pada konteks nirlaba (nonprofit). Ukuran-ukuran laba adalah penting dan meskipun sulit dapat menjadi indikator darikeberhasilan.

Manfaat terbesar yang berkaitan dengan indikator-indikator berbasis laba adalah bahwa indikator-indikator tersebut secara statistik akan tampak jelas jika diringkas. Ringkasan-ringkasan secara statistik tersebut sering diartikan sebagai suatu ringkasan atas keseluruhan keberhasilan dari sub-subsistem yang kompleks dan sukar dipahami, dimana subsistem tersebut meliputi keseluruhan organisasi. Ringkasan-ringkasan tersebut juga selalu ditafsirkan, baik secara benar maupun secara salah, sebagai suatu ukuran terhadap keberhasilan individual dari para manajer. Ketika motif laba tidak muncul, maka indikatorindikator lain dari organisasi dan keberhasilan individu seharusnya didasarkan pada hal-hal tersebut di atas. Dalam penentuan ini, pilihan terhadap ukuran,dan alternatif telah terbukti menjadi suatu sumber yang konstan terhadap tujuan manajer dan konsultan. Tidak dapat disangkal lagi bahwa dengan adanya tantangan ini, diperlukan perhatian masyarakat terhadap pencarian solusi terhadap permasalahan-permasalahan umum dan kebutuhan-kebutuhan sosiai.

Sumber :

Moto G5S Plus masuk India akhir Agustus