Faktor-Faktor Kontekstual Konteks

Faktor-Faktor Kontekstual Konteks

dapat menjadi panting untuk keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan sistem pengendalian keuangan. Konteks, sebagaimana digunakan dalam bagian ini, mengacu pada serangkaian karakteristik yang menentukan kondisi empiris dalam sistem pengendalian yang akan diterapkan.Banyaknyacara untuk menjelaskan suatukonteks khusus hampir tidak terbatas. lebih lanjut lagi, bukti persuasif yang berhubungan dengan faktor-faktor kontekstual dari suatu aplikasi pengendalian keuangan khusus sangat jarang ditemukan. Tantangan bagi para manajer adalah memahami faktor yang paling kritis terhadap keberhasilan penerapan pengendalian keuangan tertentu. Proses dalam mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang penting sangatlah subjektif dan temporer. seperti apakah, pendapat seorang manajer lebih penting dibandirigkan dengan pendapat manajer lain. Semua daftar dari faktor-faktor kontekstual kritis merupakan subjek untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan dalam jangka waktu yang relatif singkat karena perubahan. Pada bagian ini, faktor-faktor kontekstual seperti ukuran, stabilitas lingkungan, motivasi keuntungan, dan faktor proses akan didiskusikan.

  1. Ukuran

Ukuran dapat dipandang sebagai suatu peluang dan suatu hambatan. Ukuran dipandang sebagai peluang jika berfungsi sebagai pemberi manfaat ekonomi dan bukan sebagai strategi pengendalian. Ukuran dapat menjadi suatu hambatan jika pertumbuhan ekonomi menyebabkan terjadinya eliminasi terhadap strategi pengendalian. Luasnya skala desain sistem pengendalian berbasis komputer mungkin dimulai dengan inovasi, tetapi ukuran-ukuran tersebut dapat dengan cepat membangun standar ekonomi yang akan menentukankeberhasilan atas persaingan industri. Fenomena-fenomena ini telah diterapkan pada perusahaan manufaktur dengan sebaik mungkin, demikian pula halnya di institusi keuangan dan perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada jasa. Perencanaan operasi, dan aktivitas umpan batik dalam organisasi-organisasi besar membutuhkan pengendalian strategi

formal yang akan mengantisipasi resiko terhadap kegagalan pengendalian dan meningkaikan efisiensi operasional.

Ketika ukuran menjadi sesuatu yang penting dalam melakukan pembatasankonteks, ukuran juga banyak dikaitkan dengan variabel-variabel lainnya. Kondisi idi membuat “ukuran” tidak dapat memisahkandiri menjadi hanya satu variabel sajasebagai contoh, struktur-struktur stabilitas lingkungan dan proses dapat dikaidean dengan “ukuran”. Ketika pendekatan ukuran menjadi faktor Denting dalam menentukan perbedaan di antara konteks, tedapat banyak variabei lainnya yang tiga dapat berhubungan dengan masalah-masalah ukuran. Hal ini membuatn.2 menjadi tidak mungkin untuk mengisolasi setiap faktor tunggal, seperti ukuran sebagai sesuatu yang dominan.

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/