Konsep Dasar Pembangunan Prasarana Perkotaan Terpadu

Konsep Dasar Pembangunan Prasarana Perkotaan Terpadu

Perencanaan dan pembangunan prasarana kota yang dilaksanakansecara sektoral dan terpusat seringkali menimbulkan masalah didaerah, apabila keseimbangan dan perhatian antara satu program dengan program lainnya kurang dikendalikan secara terarah. Sulitnya pengendalian pembangunan di daerah seringkalijuga disebabkan karena kondisi dan besarnya sumber dana yang dialokasikan oleh masing-masing sektor didaerah berbeda-beda dan tidak terintegrasi satu sama lain. Hal ini berarti bahwa sektor yang kuat sumber dananya akan lebih tinggi intensitas pembangunannya dibandingkan sektor-sektor yang kecil dananya. Hal ini mengakibatkan timbulkan ketidakseimbangan alokasi sumber dana antara program sector yang berakibat menyulitkan keterpaduan program pembangunan prasarana kota tersebut.

Persoalan lain yang timbul akibat perencanaan dan pembangunan secara sektoral dan terpusat ini adalah pada tahap operasi dan pemeliharaannya. Seringkali pemerintah didaerah tidak siap dalam menerima tanggung jawab operasi dan pemeliharaannya karena kurang dilibatkan padasaat perencanaan dan penyusunan program maupun dalam implementasi pembangunan prasarana kota yang mengarahkan pada keterpaduan program antar sector.

Upaya memadukan berbagai program dan proyek pembangunan prasarana perkotaan itu sangat penting dengan pertimbangan / latar belakang sebagai berikut :

  1. Laju pertumbuhan penduduk di perkotaan sangat tinggi (3-40%) jauh lebih tinggi dari laju perdesaan (1,2%) per tahun.
  2. Sekitar 65% dari pertumbuhan penduduk nasional akan terjadi di wilayah perkotaan.
  3. Sebagai akibat dari tingginya laju pertumbuhan penduduk perkotaan, maka implikasinya terhadap tuntutan peenyediaan prasarana kota akan semakin meningkat pula.
  4. Dalam upaya memecahkan persoalan-persoalan tersebut maka dituntut adanya keterpaduan dalam penyusunan rencana dan program berbagai sector dalam pembangunan kota. Pengalaman menunjukan bahwa pembangunan yang dilakukan secara sektoral dan terpusat justru seringkali menimbulkan banyak persoalan baru di daerah. Pembangunan yang dilakukan sector A seringkali menimbulkan persoalan bagi sector B, dan seterusnya.

Oleh karena itu, pada saat memasuki awal Repelita IV, pemerintah telah memperkenalkan suatu pendekatan baru didalam menangani pembangunan prasarana kota di Indonesia. Pendekatan tersebut dikenal dengan program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT) yang dalam bahasa inggris dikenal dengan Integrated Urban Infrastructure Development Programen.

Hal ini seringkali menimbulkan berbagai persoalan, sbb :

1)        Persoalan fisik kota

2)        Persoalan keuangan

3)       Persoalan kelembagaan

Usaha Kecil dan Menengah dalam Infrastruktur Sosial

Untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM) diperlukan aspek infrsstruktur sosial dan infrastruktur fisik. Prasarana sosial yang diperlukan UKM adalah kemudahan perizinan sertifikat tanah untuk jaminan kredit perbankan, perlindungan dari berbagi pungutan liar, kepastian hukum, keamanan berusaha. Sementara itu, prasarana fisik yang diperlukan antara lain telekomunikasi, transportasi, dan energi.

Undang-undang UKM sedang diamandemen dengan rencana memasukkan pembentukan dewan usaha kecil yang diketuai oleh presiden. Dengan demikian, ada keseriusan dalam membantu tumbuh dan berkembangannya UKM yang selalu dikatakan mampu bertahan dari krisis.

Ada beberapa negara yang telah memiliki kesiapan dan keterpaduan program dalam menumbuhkan UKM. Ketika sesorang akan berusaha, perizinan, pelatihan, sehingga permodalan sudah disiapkan. Dengan demikian padaawal berusaha sudah menciptakan iklim yang baik. Sementara untuk kondisi di Indonesia, perizinan dan modal menjadi salah satu kendala tersendiri. Seorang calon pengusaha harus memiliki dana sendiri untuk memulai usahanya karena tidak akan mendapat akses ke perbankan. “perizinan juga menjadi persoalan lain, jiak saja perizinan mudah dan kepastian lokasi berusah, tidak akan ada PKL atau pedagang informal.

Sumber: https://carbomark.org/