Cara Atau Prosedur Yang Digunakan Untuk Random Sampling

Cara Atau Prosedur Yang Digunakan Untuk Random Sampling

  1. Cara Undian

Cara ini dilakukan sebagaimana halnya melakukan undian. Semua anggota populasi diberi nomor, nama, alamat, ditulis dalam kertas gulungan kecil dan dimasukkan dalam kotak. Kemudian dikocok-kocok dan diambil satu persatu sesuai dengan kebutuhan sampel yang telah ditetapkan besarannya. Setelah jumlah sampel sudah terpenuhi, pengambilan dhentikan. Siapa – siapa yang namanya dalam gulungan  kertas diambil dari kotak, maka itulah yang menjadi sampel penelitian.

  1. Cara Ordinal

Cara ini diselenggarakan dengan mengambil subyek dari atas ke bawah setelah subyek populasi tersebut disusun secara alfabetis. Ini dilakukan dengan mengambil mereka-mereka yang telah disusun tersebut yang memiliki nomor urut ganjil, atau genap, atau yang memiliki nomor kelipatan bilangan ganjil, ataupun genap dari suatu daftar subyek yang telah disusun tersebut.

  1. Cara Randomisasi dari Tabel Bilangan Random

Cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh para peneliti, sebab selain prosedurnya sangat sederhana, kemungkinan penyelewengan juga dapat diperkecil dan dihindari semaksimal mungkin. Tabel bilangan random umumnya terdapat pada buku-buku statistik.

ØMacam-Macam Teknik Random Sampling

  1. Simple Random Sampling

Simple Random Sampling merupakan pengambilan sampel yang dilakukan secara acak atau random dari populasi, yang memungkinkan setiap individu berpeluang untuk menjadi sampel penelitian, dengan cara randomisasi atau dengan cara melalui undian. Namun, cara  yang cukup mudah dan biasa digunakan adalah dengan menggunakan tabel.

Misalnya, populasi penelitian  adalah siswa SMA 2 Negeri Danau Kerinci dengan jumlah keseluruhan adalah 210 orang. Karena jumlah siswa begitu banyak, sehingga tidak memungkinkan dijadikan semuanya sampel. Dengan menggunakan tabel Krejcie-Morgan dengan tingkat kesalahan 5%. Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 136 orang (Usman, 2003). Dari sampel yang ditetapkan, untuk dapat mewakili populasi penelitian, maka populasi mempunyai peluang yang sama untuk mewakili sampel.

Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.

  1. Proportionate Stratified Random Sampling

Proportional sampel, dalam hal ini sampel yang terdiri dari sub sampel yang perimbangannya mengikuti perimbangan sub populasi yang sedang diteliti. Proportional sampling mungkin menggunakan randomisasi, mungkin tidak. Jika proportional sampling menggunakan randomisasi, maka sampling ini disebut proportional random sampling.

 Stratifiedsampel biasanya digunakan jika populasi terdiri dari kelompok yang memiliki susunan bertingkat. Sampling yang memperhatikan stratum dalam populasi disebut strafied samplingStratified random sampling atau teknik sampling acak berstara digunakan apabila populasinya berstrara. Oleh karena karakter populasinya berstara maka sampel harus pula berstrara. Jika stratified sampling itu memperhatikanperimbangan atau proporsi dari pada individu dalam tiap-tiap stratum (tingkatan) maka disebut propotional stratified sampling. Selanjutnya propotional stratified sampling yang menggunakan randomisasi dinamakan  propotional stratified random sampling. Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Misalnya, suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai itu berstrata. Jumlah pegawai yang lulus S1=45, S2=30, ST=800,ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut.

Baca juga: