Model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran Discovery Learning

Model pembelajaran adalah

acuan pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan pola-pola tertentu secara sistematis. Model pembelajaran pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: pertama, memiliki prosedur yang sistematis, kedua hasil belajar diterakan secara khusu, ketiga, penetapan lingkungan secara khusus, ke empat, memiliki ukuran keberhasilan tertentu, kelima, suatu model mengajar menetapkan cara yang memungkinkan siswa melakukan interaksi dan bereaksi dengan lingkungan.

Pada umumnya, mempelajari model-model pembelajaran didasarkan pada teori belajar yang dikelompokkan menjadi empat model pembelajaran, yaitu model pembelajaran interaksi social, model pemprosesan informasi, model personal, dan model pembelajaran modifikasi tingkahlaku (behavioral). Joyc dan weil berpendapat, bahwa model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau di keluar kelas.

Discovery learning merupakan model pembelajaran untuk menemukan sesuatu yang bermakna dalam pembelajaran. Sedangkan menurut saefuddin model pembelajaran discovery learning adalah sebuah proses pembelajaran yang terjadi bila siswa tidak disajikan dalam bentuk finalnya, tetapi melalui proses menemukan. Siswa diharapkan mengorganisaskan sendiri pengalaman belajarnya.Siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, menelaah, menganalisis, mengkategorikan, dan mengintegrasikan bahan suatu pelajaran yang dijelaskan oleh guru dan mampu untuk membuat suatu kesimpulannya.Artinya suksesnya suatu pembelajaan tersebut disebabkan adanya interaksi yang membuat siswa dapat aktif dalam menerima ilmu dari guru.Guru juga harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep maupun teori melalui contoh-contoh yang mereka jumpai dilingkungan.

Model Discovery learning mempunyai prinsip yang sama dengan inquiry dan problem solvingDiscovery learninglebih menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui masalah apa yang dihadapi pada siswa seperti masalah yang direkayasa oleh guru sedangkaninquiry masalah bukan hasil rekayasa, sehingga siswa harus mengarahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan didalam masalah itu melalui proses penelitian. Sedangkan problem solving lebih memberikan tekanan pada kemampuan menyelesaikan masalah.

Penggunaan Discovery learning, ingin merubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif. Didalam prose belajar, bruner mmentingkan partisipasi aktif dari tiap siswa dan mengenal dengan baik adanya perbedaan kemampuan, untuk menunjang proses belajar perlu lingkungan mempasilitasi rasa ingin tahu siswa pada tahap eksplorasi. Dalam discovery learningbahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mengorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.

Model pembelajaran discovery learning ini merupakan model yang tepat digunakan dalam pembelajaran IPS dengan kompetensi Dasar 1.1 menceritakan alam buatan disekitar rumah.Pada model ini siswa mampu mengobservasi keadaan lingkungan buatan yang ada disekitarnya dengan bimbingan guru. Guru menggunakan model ini agar siswa aktif, kreatif dan menunjukkan suatu imajinasi dan rasa ingin tahu serta bagaimana kepeduliannya terhadap lingkungan alam yang ada disekitarnya. Siswa dilibatkan mampu mendapatkan temuan-temuan dari hasil pemikiran yang kreatif dan saling kerjasama antara kelompok yang telah ditentukan oleh guru.


Sumber: https://fgth.uk/dd-lords-of-waterdeep-apk/