Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi

Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi

Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi

Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi

Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi
Penyalahgunaan NIK Bakal Diusut Polisi

Dalam aturan baru yang oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia

(BRTI) mengajak Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) untuk menindak setiap pelanggaran yang terjadi karena menggunakan data kependudukan tanpa hak untuk keperluan registrasi kartu prabayar.

Komisaris Besar Polisi Asep Safrudin, Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Reserse Kriminal Polri (Bareskrim Polri) mengatakan bahwa polisi ikut dalam menangani masalah registrasi prabayar dikarenakan tingginya penyalahgunaan NIK untuk melakukan registrasi kartu prabayar. Kartu prabayar yang didaftarkan menggunakan NIK yang tidak sah tersebut banyak dipergunakan untuk tindak pidana.

Lebih lanjut Asep menjelaskan polisi tidak memiliki niat sedikitpun untuk

mengganggu iklim bisnis yang ada di industri telekomunikasi. Namun polisi dikatakan Asep ingin agar bisnis yang dijalankan oleh pelaku usaha di industri telekomunikasi tak hanya mementingkan keuntungan semata, tetapi juga harus sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Indonesia.

“Tindakan kejahatan akibat penyalahgunaan NIK untuk registrasi prabayar ini, merupakan dampak dari pengaturan yang tidak teratur. Karena banyaknya tindak pidana yang menggunakan handphone dengan kartu prabayar yang didaftarkan menggunakan NIK yang tidak sah tersebut, membuat negara melalui Polri hadir untuk melindungi masyarakat,”papar Asep.

Asep menegaskan hadirnya polisi dalam registrasi prabayar ini bukan untuk menakut-nakuti

pelaku usaha. Tujuan Polri hadir dalam registrasi prabayar semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat agar tak menjadi korban atas kelalaian pelaku usaha dan regulator di industri telekomunikasi.

Kehadiran Polri dalam registrasi prabayar ini disampaikannya juga bertujuan mencegah masyarakat menjadi pelaku kejahatan dengan menggunakan kartu prabayar yang didaftarkan dengan NIK yang tidak sah.

 

Sumber :

https://my.carthage.edu/ICS/Academics/EXS/EXS_3070__UG16/RC_2017_UNDG-EXS_3070__UG16_-01/Announcements.jnz?portlet=Announcements&screen=View+Post&screenType=next&Id=eda97e6f-e45d-4ff5-a64e-b389521e4ebe