Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI

Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI

Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI

Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI

Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI
Johhny Plate Ogah Spekulasi Spyware Peretas Whatsapp Masuk RI

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Plate mengatakan tidak mau berspekulasi soal

dampak spyware Pegasus pembobol Whatsapp ke pengguna perangkat ponsel di Indonesia.

Johnny menyebut pihaknya bakal segera berkoordinasi secara intensif dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Nanti kita koordinasi dengan BSSN untuk pertukaran informasi dan lainnya. Jangan berandai-andai dulu [pengguna di Indonesia kena spyware Pegasus],” kata dia kepada awak media usai acara Menuju 100 Smart City di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (6/11).

Spyware Pegasus kembali mencuat saat WhatsApp dan induknya Facebook menggugat NSO Group

sebagai perusahaan yang menggunakan malware untuk meretas ke dalam ponsel 1.400 orang dan melakukan pengawasan.

Lihat juga:Tips Hindari Spyware Pegasus, Pembobol Whatsapp Asal Israel

Di rentang waktu Januari 2018 hingga Mei 2019, NSO yang merupakan perusahaan asal Israel itu, membuat akun WhatsApp yang digunakannya untuk mengirim kode jahat ke perangkat yang ditargetkan.

Hal ini berdasarkan gugatan yang diajukan ke pengadilan federal di San Francisco.

Akun palsu dibuat menggunakan nomor telepon yang terdaftar di berbagai negara, termasuk Siprus, Israel, Brasil, Indonesia, Swedia, dan Belanda.

Pegasus sendiri merupakan produk spyware yang didesain untuk memantau semua kegiatan pengguna ponsel, seperti SMS, email, data lokasi, riwayat browsing, panggilan telepon, dan lainnya.

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/