Takut Roboh, Ruang Kelas SD di Ponorogo Disangga Bambu

Takut Roboh, Ruang Kelas SD di Ponorogo Disangga Bambu

Takut Roboh, Ruang Kelas SD di Ponorogo Disangga Bambu

Takut Roboh, Ruang Kelas SD di Ponorogo Disangga Bambu
Takut Roboh, Ruang Kelas SD di Ponorogo Disangga Bambu

Salah satu ruang kelas di SDN 3 Balong Kecamatan Balong Ponorogo kondisinya sangat memprihatikan.

Ruang yang semula untuk kelas 3 itu atapnya mau roboh. Pihak sekolah terpaksa menyangga atap tersebut dengan beberapa bambu. Pun juga memindahakan siswa kelas 3 yang berjumlah 20 anak tersebut ke ruang kesenian.

”Tanda-tanda mau robohnya sebulan lalu, ditandai dengan jatuhnya plipit plafon,” kata Kapala SDN 3

Balong Kariminanto, saat ditemui beritajatim.com, Kamis (7/11/2019).

Beruntung jatuhnya plipit plafon tidak memakan korban, padahal saat itu anak-anak berada di ruangan mau aktivitas olahraga. Semenjak jatuh plipit plafon itu, pihak sekolah melihat kondisi atap. Dan ternyata banyak kayu di atap yang mengalami kropos kena rayap. Setelah itu, kata Kariminanto melubangi beberapa plafon untuk dipasangi bambu untuk menyangga.

”Sejak saat itu fungsi ruang dialihakan, anak-anak dipindah ke ruang kesenian. Dan seperangkat gamelan dialihkan ke ruang tersebut,” katanya.

Kariminanto menyebut jika atap itu dibangun pada tahun 1998 dan sampai kondisi saat ini

belum tersentuh rehab atau perbaikan. Sedangkan lantai dan dinding baru direhab pada tahun 2015 lalu.
Baca Juga:

Tanah di Ponorogo Keluarkan Bara Api Dipasangi Garis Polisi
Pelajar Masih Dominasi Pelanggar Lalu Lintas di Ponorogo
Mahasiswa Asal Papua di Ponorogo Diajak Lihat Pembukaan Grebeg Suro

”Jadi kalo dilihat gitu ya bangunannya masih bagus. Namun ternyata kayu atapnya sudah kropos karena dimakan rayap,” katanya.

Sejak sebulan yang lalu itu, kata Kariminanto sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan Ponorogo. SDN 3 Balong pada awal tahun lalu juga sudah mengajukan proposal rehab. Karena saat itu terdapat kusen pintu dan jendela yang kropos juga dimakan rayap.

”Harapannya sih cepat segera diperbaiki. Supaya anak-anak bisa belajar dengan tenang tidak dihantui atap yang sewaktu-waktu bisa roboh,” pungkasnya.(

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/