MAHASISWA WAJIB HINDARI 5 HAL INI SAAT MEMBUAT SKRIPSI

MAHASISWA WAJIB HINDARI 5 HAL INI SAAT MEMBUAT SKRIPSI

Mendengar kata skripsi tidak jarang kali membuat sebuah ketakutan tersendiri untuk mahasiswa tingkat akhir. Ya, skripsi adalahkarya tulis panjang yang menjadi kriteria untuk mahasiswa untuk dapat lulus. Perjalanan untuk menggarap skripsi sendiri tidak mudah. Apalagi, bila Anda menemukan dosen pemandu yang tidak kooperatif. Namun, bukan berarti menciptakan skripsi tersebut teramat susah dan menciptakan kita tertekan, lho. Kalau dari mula kita mengerjakan persiapan, maka skripsi juga tidak bakal seburuk yang dipikirkan.

Jadi, lebih baik simak yuk, apa saja hal-hal yang mesti dihindari saat menciptakan skripsi supaya pembuatan karya tulis ini tidak terhambat. Ini dia:

1. Mencari Topik di Semester Akhir
Dalam menciptakan skripsi, tidak sedikit mahasiswa yang menggali topik di semester akhir dan tidak mempersiapkan jauh-jauh hari. Padahal, belum pasti topik skripsi itu diamini oleh dosen pemandu atau mudah ditelusuri bahan-bahannya. Belum lagi diperbanyak dengan pengembangan kerangka dan destinasi dari topik yang dibicarakan saat menciptakan skripsi.

Meskipun kita masih sedang di semester lima, enam, atau tujuh, carilah topik skripsi yang kita inginkan. Persiapkan bahan-bahan dari topik itu supaya di semester terakhir, kita tidak panik menggali topik skripsi dan menguras waktu untuk mengerjakan hal tersebut.

2. Tidak Proaktif Menghubungi Dosen Pembimbing
Beruntunglah bila Anda menemukan dosen pemandu yang peduli dengan nasib skripsi semua mahasiswanya. Namun bagaimana bila dosen pemandu Anda cuek? Anda mesti proaktif dan rajin mendatangi dosen tersebut.

Bila dosen meminta Anda guna datang ke rumahnya, bila memungkinkan, maka temuilah di sana. Jangan malas lagipula merasa lelah. Kemalasan guna menenui dosen pemandu seringkali menjadi hambatan dalam menciptakan skripsi. Lebih baik lelah kini daripada mesti terjebak menjadi mahasiswa ‘abadi’.

3. Memilih Topik yang Sulit dan Tidak Realistis
Adalah urusan yang baik bila seorang mahasiswa berniat untuk membicarakan hal-hal yang unik. Namun, simaklah pula keterampilan Anda dan ketersediaan data. Jangan hingga skripsi terhambat di tengah jalan, sebab data yang ada paling terbatas dan susah untuk dicari.

Bila kita memilih topik yang terlalu susah untuk dibahas, risikonya merupakan, Anda dapat gagal dalam sidang. Ini jelas akan menciptakan Anda terlambat lulus dan mesti menunaikan uang kuliah pada semester berikutnya. Tidak inginkan bukan urusan tersebut terjadi pada Anda

4. Tidak Memperhatikan Kaidah Ilmiah
Membuat skripsi tentunya bertolak belakang dengan menciptakan cerpen atau artikel di blog. kita tidak dianjurkan untuk mencatat opini pribadi lagipula membuat teori tanpa sumber yang sahih. Mungkin kita mempunyai pikiran kritis, namun bila skripsi kita tidak mempunyai sumber-sumber yang kuat, sia-sia saja.

Jadi, carilah sumber-sumber sahih yang berasal dari kitab atau tautan ilmiah. Hindari sumber berupa Wikipedia atau blog pribadi. Keduanya mesti diperlakukan sebagai jalan masuk untuk menggali tautan yang ilmiah dan bukan sebagai sumber utama.

5. Tidak Peduli pada Kaidah Bahasa
Daftar buku yang powerful dan membludak serta ulasan yang unik akan tercemar bila kita tidak mencatat dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Ketidakmampuan pengarang dalam menciptakan skripsi cocok dengan PUEBI ( Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), mengindikasikan pola pikirnya yang tidak teratur dan kemalasannya dalam mengenali bahasa sendiri.

Jadi, rajin-rajinlah membuka KBBI yang dapat Anda unduh di ponsel. Cek apakah masing-masing kalimat yang kita tulis efektif dan enak dibaca. Jangan melulu menjejalkan sekian banyak diksi rumit, namun tidak berkesinambungan dan tidak menciptakan pembaca paham bakal topik yang kita tulis.

Nah, kini Anda telah tahu kekeliruan apa saja yang sering dilaksanakan oleh mahasiswa dalam menciptakan skripsi. Sumber: https://www.pelajaran.co.id