Mengenal Sang Pemain Selo SMKN 2 Cibinong

Mengenal Sang Pemain Selo SMKN 2 Cibinong

Mengenal Sang Pemain Selo SMKN 2 Cibinong

Mengenal Sang Pemain Selo SMKN 2 Cibinong
Mengenal Sang Pemain Selo SMKN 2 Cibinong

Mengejar mimpi membutuhkan perjuangan panjang, banyak hal yang harus dilalui untuk menggapainya.

Seperti yang dilakukan Abigail Yessie Antonna, siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Cibinong ini mengejar mimpinya menjadi seorang pemusik hingga ke luar negeri.

Musik adalah jurusan utama yang ada di SMKN 2 Cibinong. Tak jarang sekolah ini meraih berbagai prestasi di bidang musik. Seperti Abigail yang terpilih mengikuti World Orchestra Festival yang akan digelar di Vienna, Austria pada 1 hingga 4 Agustus 2019, dengan tema “One Future, Our Better Future”. Perhelatan ini adalah platform yang menyediakan orkestra dan musisi untuk tampil, belajar, berkompetisi, berkomunikasi, membangun, dan memperdalam persahabatan.

Melalui musiklah, dara kelahiran Jakarta, 25 Juni 2003 ini menyalurkan hobi dan keinginannya

bermain selo. Instrumen yang ia mainkan dikenal juga dengan violin kecil, yakni instrumen kuno, viola besar yang hampir mirip dengan bas modern serta selo yang tergabung dalam keluarga alat musik gesek lainnya, yaitu biola.

“Dalam orkestra, saya bermain selo sehingga diperlukan latihan yang panjang, baik secara keseharian ataupun khusus. Saya akan menyumbang suara indah dari rangkaian alat musik lainnya,” ujar Abigail.

Berbagai kesulitan yang dilalui Abigail menjadi motivasi baginya untuk menjadi pemain

musik andal dan terkenal. Terlebih, ia didukung penuh oleh orang tuanya.

“Melalui perhelatan besar tersebut, saya ingin menguji kemampuan saya bermain selo. Sebelumnya, saya sudah mengikuti pelatihan di komunitas Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) dan berani mengajukan diri untuk ikut serta dalam perhelatan besar ini,” tambahnya.

Persiapan yang Abigail lakukan untuk menyambut perhelatan tersebut adalah dengan berlatih rutin dan memadatkan latihan selama sebulan. Namun, ia tetap membagi waktu dengan kegiatan sekolah. Menggapai cita-cita menjadi pemusik tidak membuat Abigail mengabaikan pendidikan formalnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-kerajaan-kalingga/