LKS Ajang Uji Kemampuan Siswa

LKS Ajang Uji Kemampuan Siswa

LKS Ajang Uji Kemampuan Siswa

LKS Ajang Uji Kemampuan Siswa
LKS Ajang Uji Kemampuan Siswa

 Ajang lomba kompetensi siswa (LKS) bukan sekadar panggung perlombaan,

tapi juga ajang menampilkan keahlian peserta yang menggambarkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Seperti dalam perlombaan plumbing dan heating, salah satunya menguji kemampuan siswa dalam kecerdasan berpikir untuk mengatur instalasi air di suatu bangunan.

Pembina Kontingen Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Bandung, Syahrizal menyatakan, diperlukan ketelitian dan keterampilan khusus dalam pengerjaaan instalasi. Perlombaan ini berlangsung hingga 17 jam. “Tentu itu bukan waktu yang singkat, tetapi di sanalah kemampuan peserta diuji. Untuk pertama kalinya mereka mendapatkan soal dan sebelumnya harus memahami gambar terlebih dahulu. Setelah itu, siswa mempraktikkan pembuatan instalasi air bersih, dingin, dan panas untuk di kamar mandi serta pembuangan air kotor dan gas,” tuturnya saat dihubungi, Rabu (10/7/2019).

Plumbing menjadi syarat utama dalam sebuah pembangunan sederhana.

Setiap bangunan pasti membutuhkan plumbing karena terdapat pemisah antara air panas dan dingin.

“Tentu pelatihan berlangsung lama. Mulai dari pelatihan dasar, mempelajari teori hingga mengaplikasikannya. Sejauh ini, anak-anak mengaku tidak masalah. Selain itu, kami mem-briefing anak-anak tentang apa saja yang perlu dibahas dan diselesaikan dengan baik. Sejauh ini, kami masih bersaing ketat melawan Jawa Timur dan DKI Jakarta,” ungkapnya.

Sebagai pembina, Syahrizal berharap, melalui kompetisi ini ia bisa memberikan hasil terbaik

. Selain itu, anak-anak juga tidak merasa terbebani dan tetap senang mengikuti perlombaan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi menyampaikan, LKS adalah kesempatan menampilkan prestasi siswa dan untuk menggambarkan peningkatan kualitas SMK di Indonesia.

“Diperlukan evaluasi peningkatan kualitas pendidikan vokasi sebagai upaya menyesuaikan keahlian dengan kebutuhan dunia kerja dan industri yang ada saat ini. Karena, jurusan SMK sebaiknya relevan dengan dunia kerja. Jurusan SMK harus selaras dengan dunia kerja, harus ada kesinambungan antara lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” tuturnya.***

 

Baca Juga :