Pengawasan Bank

Pengawasan Bank

Table of Contents

 Pengawasan Bank

Pengawasan Bank

 Sifat pengawasan bank:

  • Pengawasan langsung  Pemeriksaan disusul   perbaikan,        berkala atau    bila diperlukan.
  • Pengawasan tidak langsung  Pengawasan dini melalui          penelitian,       analisis, dan evaluasi laporan bank.
  • Otoritas Pengawasan meliputi:

ü  Kewenangan memberikan izin (power to license).

  1. Penetapan ketentuan dan persyaratan pendirian bank.
  2. Merupakan seleksi paling awal tehadap kehadiran sebuah bank.
  3. Persyatan pendirian bank meliputi: akhlak dan moral calon pemilik dan pengurus bank, kemampuan modal, kesungguhan dan kemampuan calon pemilik dan pengurus bank dalam melakukan kegiatan usaha bank.
  4. Otoritas pengawas dapat mencegah pendirian bank yang tidak memenuhi syarat.

ü  Kewenangan untuk mengatur (power to regulate).

  1. Penetapan ketentuan yg menyangkut aspek kegiatan usaha perbankan.
  2. Antara lain mnyangkut: likuiditas dan solvabilitas bank, jenis usaha bank, risiko yang dapat diambil bank.

ü  Kewenangan untuk mengendalikan/mengawasi (power of control).

  1. Merupakan kewenangan mendasar otoritas pengawas bank.
  2. Melalui pengawasan tidak langsung, otoritas pengawas menilai keadaan usaha dan kesehatan bank.
  3. Pengawasan langsung, degan pemeriksaan untuk memperoleh gambaran ketaatan bank terhadap peraturan yang berlaku serta mengetahui apakah ada praktik-praktik tidak sehat yang dapat membahayakan kelangsungan usaha bank.

ü  Kewenangan untuk mengenakan sanksi (power to impose sanction).

  1. Pengenaan sanksi terhadap bank yang kurang atau tidak memenuhi hal-hal dalam pengawasan di atas.
  2. Agar bank melakukan perbaikan atas kelemahan dan penyimpangan yang dilakukannya.
  3. Merupakan pembinaan oleh otoritas pengawas agar bank sungguh-sungguh taat menerapkan peraturan per-UU-an dan prinsip-prinsip perbankan yang sehat.

Sumber : https://merkbagus.id/