Yusril Ajukan Uji Materi UU Guru dan Dosen ke MK

Yusril Ajukan Uji Materi UU Guru dan Dosen ke MK

Yusril Ajukan Uji Materi UU Guru dan Dosen ke MK

Yusril Ajukan Uji Materi UU Guru dan Dosen ke MK
Yusril Ajukan Uji Materi UU Guru dan Dosen ke MK

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra mengaku akan mengajukan uji materi atau Judicial Review (JR) UU

Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam pengajuan uji materi, Yusril bertindak sebagai kuasa hukum dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI).

Yusril yang mewakili 385 ribu guru Paud itu menjelaskan, selama ini para guru PAUD menginginkan kesetaraan hak sebagai tenaga pengajar. Ada beberapa dasar undang-undang yang membuat pihaknya mengajukan uji materi ke MK.

Di antaranya Pasal 1 angka 14 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas),

Pasal 28 ayat 2 UU Sisdiknas, Pasal 28 ayat 3 dan 4 UU Sisdiknas.

“Di dalam undang-undang tersebut menyebutkan ada guru PAUD formal dan non formal. Kita mau uji tentang kesetaraan, keadilan dan tentang kepastian hukum. Sebab diakui pendidikan PAUD itu ada yang formal dan non formal,” kata Yusril, di Jakarta, Selasa (18/12).

Dikatakan Yusril, meskipun telah sama-sama diakui sebagai pendidik oleh UU Sisdiknas, t

ernyata yang diakui sebagai guru oleh UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen hanya pendidik PAUD formal saja.

“Sedangkan pendidik PAUD non formal tidak diakui sebagai guru. Hal ini diketahui dari defisini Guru pada Pasal 1 angka 1, Undang-Undang Guru dan Dosen,” ucap Yusril.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/