Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air

Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air

Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air

Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air
Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Kembali ke Tanah Air

Penerima beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

diminta berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Mereka yang telah menempuh pendidikan baik di dalam maupun luar negeri diharapkan lebih produktif sehingga berdampak luas bagi masyarakat.

Tahun ini LPDP yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Program ini ditargetkan menyerap 6.000 siswa melalui 15 program untuk tingkat pendidikan strata 2 (S-2) dan Strata 3 (S-3).

Dikutip dari situs resmi LPDP, pemerintah mulai kemarin telah membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Masa pendaftaran tersebut dibuka dalam dua tahap, yakni tahap satu pada 10-31 Mei 2019 dan tahap dua mulai 1 Juli 2019.

Baca Juga:

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

“Beasiswa LPDP meliputi reguler, beasiswa perguruan tinggi peringkat utama dunia, beasiswa daerah tertinggal, beasiswa alumni Bidikmisi, dan beasiswa prasejahtera berprestasi,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari LPDP kemarin.

Selain kategori di atas, tahun ini beasiswa dari LPDP juga diberikan kepada santri, siswa berprestasi olahraga internasional, beasiswa prestasi seni tari internasional, beasiswa penyandang disabilitas, beasiswa unggulan dosen Indonesia, dan beasiswa pegawai negeri sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Banyaknya kategori pemberian beasiswa LDPD diharapkan mendorong lahirnya SDM

berkualitas di Tanah Air. Dengan begitu, mereka yang sudah lulus mengambil gelas S-2 dan S-3 bisa berkontribusi terhadap perbaikan kualitas pembangunan negara. Sebelumnya Kemenkeu menyatakan pembiayaan program beasiswa LPDP hingga saat ini telah mencapai Rp46,11 triliun.

Dana tersebut dikelola dalam bentuk investasi antara lain melalui surat berharga negara (SBN), deposito, dan obligasi. Pengelolaan dana tersebut diperlukan karena sebagian pengeluaran beasiswa dalam bentuk mata uang asing yang diperuntukkan bagi mahasiswa di luar negeri.

Sejak tahun lalu ada beberapa kategori baru dalam program BPI guna memperluas cakupan sasaran pemberian dana pendidikan. Salah satunya beasiswa untuk santri. Beasiswa ini difokuskan pada santri yang ingin menempuh jalur pendidikan S-2 dan S-3. Pada 2018 beasiswa santri diberikan kepada 100 santri aktif, pendidik baik ustaz, atau ustazah, dan tenaga pendidik di pondok pesantren.

Saat meluncurkan beasiswa LPDP Santri beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dewasa ini pengelolaan SDM pesantren, baik santri maupun pengelola pesantren, membutuhkan perhatian. Hal ini untuk mendorong kontribusi lebih maksimal dengan memanfaatkan bonus demografi Indonesia pada beberapa dekade ke depan. Maka itu, menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama menghadapi era teknologi untuk meningkatkan inovasi, kesejahteraan, dan kesetaraan.

 

Baca Juga :