Zat Adiktif Psikotropika

Table of Contents

Zat Adiktif Psikotropika

Psikotropika merupakan zat / obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan merupakan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada sara pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan tabiat seseorang. Artinya, psikotropika miliki karakter mempengaruhi otak dan tabiat supaya menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan tabiat pemakainya. Penggunaan psikotropika juga sanggup menyebabkan ketergantungan serta berefek merangsang pemakaiannya. Pemakaian zat psikotropika yang berlebihan sanggup menyebabkan kematian. Contoh psikotropika, pada lain ekstasi, diazepam, sabu-sabu, dan LSD.

1) Ekstasi
Ekstasi merupakan tidak benar satu golongan psikotropika berupa tablet / kapsul. Kandungan yang terdapat dalam ekstasi adalah amfetamin. Akibat yang terlihat waktu penyalahgunaan ekstasi adalah orang itu jadi hiperaktif, pusing, berkeringat, gemetar, detak jantung cepat dan kehilangan nafsu makan.

2) Diazepam
Diazepam adalah obat penenang di kelas benzodiazepin dan diperkenalkan pada th. 1963. Diazepam juga golongan psikotropika, nama dagangnya pada lain Valium. Indikasinya sebagai obat anti-ansietas, sedatif-hipnotic, dan obat anti-kejang. Efek samping, mengundang rasa kantuk, berkurangnya kekuatan konsentrasi dan waktu reaksi.

3) Sabu-sabu
Sabu-sabu miliki nama asli methamfetamin. Sabu-sabu berupa kristal, berwarna putih dan tidak berbau. Awalnya digunakan untuk tujuan penelitian ilmu ilmu dan digunakan dalam terapi orang yang mengalami problem jiwa. Tapi, mempunyai potensi kuat menyebabkan ketergantungan. Oleh sebab itu, pemanfaatan tanpa resep dokter dilarang. Gejala yang sanggup timbul waktu penyalahgunaan psikotropika tipe ini adalah tekanan darah tinggi, malas makan, detak jantung cepat, selamanya merasa ketakutan, dan pingsan sebab sangat lelah. Penggunaan dalam waktu lama berdampak pada rusaknya saraf otak, rusaknya jantung, paranoid hingga jadi gila dan pada akhirnya berkunjung kematian. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

4) LSD (Lysergic Acid Diethylamide)
LSD merupakan zat psikotropika yang sanggup mengundang halusinasi / persepsi semu mengenal suatu benda yang sesungguhnya tidak ada. Zat ini digunakan untuk menunjang penyembuhan bagi orang-orang yang mengalami problem jiwa / sakit ingatan. Zat ini bekerja dengan langkah menyebabkan otot-otot yang pada awalnya tegang jadi rileks. Penyalahgunaan zat ini kebanyakan dilakukan oleh orang-orang yang menderita frustasi dan ketegangan jiwa.

Baca Juga :