Kegiatan Ekpor dan Impor

Table of Contents

Kegiatan Ekpor dan Impor

Ekspor
Banyak orang/badan hukum yang jalankan penjualan barang ke luar negeri & kegiatan itu disebut ekspor, & orang /badan yang melakukannya dinamakan ekportir. Tujuan eksportir adalah untuk memperoleh keuntungan. Harga barang-barang yang diekspor itu di luar negeri lebih mahal dibandingkan bersama dengan di dalam negeri. Apabila tidak lebih mahal, eksportir tidak tertarik untuk mengekspor barang yang bersangkutan. Tanpa kondisi tersebut, kegiatan ekspor tidak bakal dapat menghasilkan keuntungan. Dengan ada ekspor, pemerintah memperoleh penghasilan berbentuk devisa. Semakin banyak ekspor maka jadi besar devisa yang diperoleh negera.

Secara garis besar, barang-barang yang diekspor dapat terdiri berasal dari dua macam, seperti minyak bumi & gas alam ataupun nonmingas.
Barang-barang yang termasuk gas alam/migas pada lain minyak tanah, solar, bensin & lain sebagainya.
Adapun barang-barang nonmigas/bukan berasal dari gas alam sebagai berikut;

Hasil pertanian & perkebunan. Seperti kopi, kopra, & karet.
Hasil industri. Seperti minyak kelapa sawit, meubel, pupuk, kertas, bahan-bahan kimia & sebagainya.
Hasil tambang nonmigas. Seperti biji besi, nekel, batubara, & tembaga.
Hasil laut terlebih ikan & kerang.
Banyak segi yang dapat merubah pertumbuhan ekspor suatu negara. Faktor-faktot itu ada yang berasal berasal dari dalam negeri maupun kondisi di luar negeri. Beberapa segi itu pada lain sebagai berikut;

Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri
Keadaan pasar di luar negeri
Kelincahan eksportir untuk menggunakan kesempatan pasar
Untuk mengembangkan ekspor, pemerintah dapat menerapkan kebijakan-kebijakan sebagai tersebut ini;
Menambah macam barang ekspor
Memberi fasilitas kepada produsen barang ekspor
Mengendalikan harga product ekspor di dalam negeri
Menciptakan iklim usaha yang kondusif
Menjaga kestabilan kurs valuta asing
Pembuatan perjanjian bersama dengan internasional
Peningkatan promosi dagang di luar negeri
Penyuluhan kepada pelaku ekonomi
Impor

Banyak orang/lembaga yang membeli barang berasal dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri & kegiatan ini disebut bersama dengan impor, & orang/lembaga yang jalankan impor disebut importir. Importir jalankan kegiatan impor karena menghendaki laba.
Kegiatan impor dilakukan misalnya harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga yang lebih murah itu karena pada lain;
Negara penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyakNegara penghasil dapat mengolah barang bersama dengan biaya yang lebih murah
Negara penghasil dapat mengolah barang bersama dengan jumlah yang lebih banyak.
Kegiatan impor mempunyai efek positif & negatif terhadap perekonomian & masyarakat. Untuk melindungi produsen di dalam negeri, kebanyakan suatu negara halangi jumlah (Kuota) impor.

Selain untuk melindungi produsen dalam negeri, pembatasan impor termasuk mempunyai efek yang lebih luas terhadap perekonomian suatu negera. Dampak positif pembatasan impor itu secara umum sebagai berikut;

Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri
Menumbuhkan rasa cinta mengolah dalam negeri
Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor
Memperkuat posisi neraca pembayaran.
Negera yang jalankan pembatasan impor termasuk menerima efek yang tidak diinginkan. Dampak negatifnya adalah sebagai berikut;
Apabila berjalan aksi balas-membalas kegiatan pembatasan kuota impor, maka perdagangan internasional menjadi lesu. Dampak setelah itu adalah terganggunya pertumbuhan perekonomian negara-negara yang bersangkutan.

Karena produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing, mereka cenderung tidak cukup efektif dalam produksinya. Bahkan tidak cuma itu, produsen termasuk tidak cukup tertantang untuk menambah kualitas produksinya. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Kegiatan pembatasan kuota impor oleh suatu negera dapat memicu tindakan balasan bagi negara yang merasa dirugikan.

Baca Juga :