Hardiknas 2019, Disdik Kota Cirebon Gelar Malam Anugerah Penghargaan Pendidikan

Hardiknas 2019, Disdik Kota Cirebon Gelar Malam Anugerah Penghargaan Pendidikan

Hardiknas 2019, Disdik Kota Cirebon Gelar Malam Anugerah Penghargaan Pendidikan

Hardiknas 2019, Disdik Kota Cirebon Gelar Malam Anugerah Penghargaan Pendidikan
Hardiknas 2019, Disdik Kota Cirebon Gelar Malam Anugerah Penghargaan Pendidikan

Serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)

oleh Dinas Pendidikan kota Cirebon, telah dilalui. Malam puncak prestasi diselenggarakan pada Kamis (2/5) malam melalui acara Malam Anugerah Pendidikan Kota Cirebon 2019.

Tema yang diusung, masih sama dengan tema pada tahun sebelumnya, yakni ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Acara dipusatkan di Ballroom The Luxton Cirebon Hotel dan Convention Jalan RA Kartini No. 60 Sukapura Kejaksan kota Cirebon.

Turut hadir Walikota Cirebon Nashrudin Azis, Sekda Asep Dedi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus Mulyadi, Ketua DPRD Edi Suripno, Ketua Komisi III dan Anggota Komisi III DPRD Benny Sujarwo dan Jafarudin, Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy, Forkopimda, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Prof. DR. Adang Jumhur, Ketua Darma Wanita Unit Disdik, Ketua Tim Penggerak PKK, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepsek TK/PAUD/SD/SMP/SMA, Para Penerima Anugerah Pendidikan, Para orang tua murid, unsur TNI-Polri, Badan Usaha Milik Pemerintah dan Swasta (BJB, Pelindo II Cabang Cirebon, Baznas, dan sebagainya), serta tamu undangan lainnya.

“Malam anugerah ini merupakan puncak prestasi bagi anak-anak kita yang berprestasi

juga bagi guru-guru dan tenaga kependidikan yang berprestasi,” ungkap Kepala Disdik Kota Cirebon, Jaja Sulaeman saat diwawancarai wartawan.

Di Malam Anugerah Pendidikan, kata Jaja, pihaknya memberikan penghargaan kepada seluruh tokoh-tokoh di Kota Cirebon yang peduli kepada pendidikan. Begitu pula, instansi dan birokrasi yang peduli kepada dunia pendidikan.

Pun demikian, pada para tokoh pendidikan yang telah memberikan kepedulian selama 1 tahun terakhir. Kepada mereka, lanjut Jaja, diberikan penghargaan atau anugerah.

“Jumlah totalnya kurang lebih ada 186 orang, baik terdiri dari siswa yang berprestasi dan ada yang siap untuk ikut di ajang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Jaja menjelaskan, Malam Anugerah Pendidikan merupakan kegiatan rutin sepanjang 2 tahun ke belakang. Malam Anugerah Pendidikan dimaksudkan juga sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih pada mereka-mereka yang telah berjasa dan peduli terhadap kemajuan sektor pendidikan.

“Di samping tadi, anak-anak dan siswa-siswi yang berprestasi dan guru yang berdedikasi

dan berprestasi,” ujarnya.

Jaja merasa bangga lantaran ternyata banyak dari kalangan siswa, guru, kepala sekolah maupun tenaga kependidikan yang masih memiliki prestasi, baik di bidang olahraga, seni, akademik hingga karya-karya lainnya.

Untuk diketahui, menurut data yang dihimpun RMOL Jabar, jumlah penerima penghargaan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Di tahun 2018 sebanyak 120 penerima, sementara di tahun 2019 mencapai 186 peraih penghargaan.

“Insya Allah tahun depan akan dikumpulkan lagi, dari Mei sekarang sampai Mei depan. Kita akan adakan malam anugerah seperti sekarang. Dan ini merupakan bagian dari upaya untuk memotivasi mereka bahwa di Kota Cirebon itu banyak siswa-siswi yang berprestasi termasuk para gurunya,” tutur Jaja.

Sementara itu Walikota Cirebon, Nashrudin Azis mengungkapkan kebahagiaannya. Pasalnya, sangat banyak para penerima penghargaan pendidikan Kota Cirebon tahun 2019.

“Hanya satu kata luar biasa. Saya sangat bersyukur dan bangga terhadap prestasi anak-anak, ternyata anak-anak kota Cirebon bukan saja berprestasi dalam dunia akademik, tapi juga berprestasi dalam berkarya,” kata Azis.

“Ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan di Kota Cirebon ini berhasil,” menurut Azis.

Azis mengucapkan terimakasih kepada para Guru yang telah mendedikasikan diri ke dunia pendidikan. Penghargaan diberikan atas jasa dan perhatian mereka di dunia pendidikan.

“Tentunya berdasarkan pertimbangan dan sumbangsih para tokoh-tokoh yang tadi mendapatkan penghargaan terhadap dunia pendidikan kita. Ini sangat luar biasa. Salah satu contoh ya, bagaimana kepolisian Republik Indonesia, Polres Kota Cirebon, berhasil menjaga proses PPDB yang berkeadilan. Itu adalah sebuah dedikasi yang luar biasa, yang sebelumnya belum terjadi tapi tahun kemarin itu sudah dimulai. Ini adalah salah satu tolak ukur pemerintah Kota Cirebon melalui dinas (Disdik),” ujar Azis.

Di kesempatan yang sama, Kapolres Ciko AKBP Roland Ronaldy mewakili para penerima penghargaan pendidikan, mengatakan bahwa penghargaan di bidang pendidikan hakekatnya adalah anugerah Tuhan YME.

“Terimakasih untuk Pak Walikota sudah memberikan tadi penghargaan dan anugerah,” kata Kapolres.

“Ini menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa juga, menjadi tokoh pendidikan di Kota Cirebon ini,” tambahnya.

AKBP Roland Ronaldy menilai, sistem pendidikan secara nasional memang harus dikawal. Tidak hanya bagi mereka yang bekerja di dunia pendidikan saja, melainkan oleh semua pihak.

“Karena bagaimanapun sistem pendidikan ini sangat-sangat penting dan sangat mendukung untuk generasi penerus bangsa kita,” ungkapnya.

Di pihak lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Benny Sujarwo menambahkan, agenda Malam Anugerah Pendidikan diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun (berkelanjutan). Sebab, kata Dia, dari sisi penampilan dan antusiasme tamu undangan sangat tinggi serta begitu tampak upaya memotivasi bagi masyarakat pendidikan, mulai siswa, guru, kepsek, pengamat, pakar, instansi hingga birokrasi.

“Malam penghargaan ini merupakan sebuah motivasi dan inspirasi bagi anak-anak khususnya agar lebih giat lagi dalam meraih prestasi. Semestinya acara-acara seperti ini lebih digalakan lagi,” kata Benny Sujarwo.

Selain apresiasi, selaku mitra kerja Kepala Daerah di bidang Pendidikan, Benny Sujarwo juga memberikan masukan. Dirinya meminta pemerintah daerah untuk bisa menyusun APBD di bidang pendidikan sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang.

Meski alokasi anggaran 20 persen yang diamanatkan Undang-Undang sudah sesuai di Kota Cirebon yaitu sebesar 20 persen, Benny Sujarwo melihat anggaran terserap lebih untuk kegiatan-kegiatan (belanja) yang bersifat tidak langsung, seperti Gaji dan Honor pegawai.

“Artinya masih banyak di kegiatan-kegiatan untuk gaji dan honor pegawai. Saya harapkan 20 persennya untuk kegiatan belajar-mengajar. Dan jangan lupa program sehati lebih mengarah pada manusianya bukan mengarah lagi pada fisik. Contohnya, ketika UNBK itu tidak komputernya, misalnya,” demikian Benny.

Dalam pantauan RMOL, penyerahan penganugerahan pendidikan dilakukan langsung oleh Walikota Cirebon. Acara pun dilengkapi dengan persembahan tari-tarian dan Drama Kolosal Pendidikan dimana Kadisdik ikut terlibat langsung sebagai pemeran.(

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/