Sejarah Menurut Tujuannya

Sejarah Menurut Tujuannya

Sejarah Menurut Tujuannya

Sejarah Menurut Tujuannya
Sejarah Menurut Tujuannya

Tidak setiap sejarah itu adalah ilmiah.

Artinya tidak setiap sejarah itu bisa dibenarnkan secara ilmiah sebagai sebuah sejarah yang disusun berdasarkan metodologis dan validitas tertentu. Sejarah ilmiah yang disusun untuk mendekati kenyataan objektif tidak selalu mendominasi kancah sejarah yang ada. Sejarah ilmiah tersebut hanyal satu dari tiga jenis sejarah lainnya menurut tujuannya.

 

Apabila sejarah ilmiah itu bertujuan untuk

pengembangan ilmu sejarah sebagai sebuah ilmu yang mengungkapkan masa lalu. Maka ada dua sejarah lainnya yang mempunyai tujuan penulisan yang berbeda. Sejarah warisan, ditulis dengan tujuan untuk memberikan pencitraan terhadap realitas yang ada sekarang. Sejarah warisan adalah sejarah yang adanya adalah nyata. Tapi bila ditelusuri lebih jauh, antara sejrah dan realitas kekinian tersebut tidak ada korelasinya. Sejarah warisan tersebut hanya ditulis, diangkat untuk menunjukan eksistensi dan semangat yang sama diantara sejarah warisan tersebut dengan realitas kekinian.

 

Contoh dari sejarah warisan

tersebut misalnya sejarah pangeran Diponegoro sebagai seorang pahlawan nasional. Dari sejarah Diponegoro tersebut, tidak ada hubungan yang konkrit antara sejarah nasional Indonesia sebagai sebuah negara dengan perjuangan Diponegoro. Artinya Diponegoro bisa jadi bukan bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun karena Diponegoro berada dalam satu wilayah yang sama dan melawan pihak yang sama yakni Belanda. Sejarah Diponegoro menjadi sejarah warisan yang relevan.

Yang terakhir adalah sejarah idiologi. Inilah sejarah yang semata ada untuk kepentingan idiologi tertentu. Sejarah ini tidak mempedulikan validitas atau metodologinya. Tidak mempedulikan pula kesamaan semangat atau wilayahnya. Tidak peduli juga tentang benar atau tidaknya sejarah ini. Yang paling penting dari sejarah ini adalah mendukung terhadap perkembangan sebuah idiologi. Misalnya Majapahit. Untuk mendukung idiologi nasionalisme sejarah Majapahit itu diadakan dan digali kembali sebagai sebuah sejarah yang penting. Sifat Majapahit yang menjajah kerajaan lain tidak menjadi soal karena yang paling penting adalah munculnya rasa nasionalisme dari orang yang mendengar tentang kejayaan Majapahit yang menguasai Nusantara. Sejarah idiologi inilah yang biasanya memiliki semangat dan sentiment yang emosional bagi penganutnya.

Baca Juga :