Sejarah Menurut Aktor Penuturnya

Sejarah Menurut Aktor Penuturnya

Sejarah Menurut Aktor Penuturnya

Sejarah Menurut Aktor Penuturnya
Sejarah Menurut Aktor Penuturnya

Bila sering terdengar sebuah kalimat

sejarah di tangan penguasa”itu tidak sepenuhnya benar. Karena ternyata ada juga sejarah di tangan-tangan yang lainnya. Tapi kalimat tersebut sangat tepat apabila dimaknai bahwa sejarah yang paling menyebar secara merata dan masif adalah sejarah yang dituturkan oleh penguasa. Tapi bukan berarti bahwa sejarah pecundang dan sejarah yang kalah pun habis dan ditelan zaman. Ketiga sejarah itu masih ada dan terus ada dalam sebuah dinamika.

 

Yang pertama, sejarah penguasa ialah

sejarah yang ditulis dan kemudian dituturkan oleh penguasa di sebuah masyarakat atau negeri. Sejarah ini ditulis karena yang menuturkannya menjadi penguasa dan membutuhkan sesuatu untuk mendukung dan membenarkan kekuasaannya. Dalam hal ini maka penguasa membuatlah dan menuturkan sejarah tersebut. Untuk hal ini, penguasa membuat sebuah usaha yang sangat besar. Beratus ahli sejarah digiring untuk menulis sesuai dengan keinginan mereka. Pertanyaan dan rumusan penelitian mereka harus diseleksi. Yang tidak sesuai dengan keinginan penguasa dilarang atau bahkan mungkin di tindas. Sedangkan yang sesuai keinginan penguasa didukung dan disebarkan dengan gencar.

 

Yang kedua setelah sejarah penguasa adalah

sejarah pecundang. Pecundang itu berbeda dengan yang kalah. Kalau yang kalah itu adalah yang vis a vis dengan penguasa. Maka pecundang itu adalah yang mengikuti penguasa namun dalam posisi yang tertindas. Biasanya pecundang tertindas karena prinsip yang mereka pegang berbeda dengan pilihan yang mereka putuskan untuk berada di bawah ketiak penguasa. Sejarah pecundang ini biasanya penuh dengan rangkaian apologi.

 

Terakhir adalah

sejarah yang kalah. Inilah sejarah yang akan sangat berbeda dengan sejarahnya penguasa. Sejarah ini adalah versi lain dari sejarahnya penguasa. Ia ada bukan untuk membela diri seperti halnya sejarah pecundang. Tapi sejarah yang kalah ada dan dituturkan untuk melanjutkan eksistensi mereka. Sejarah itulah yang pada dasarnya membuat yang kalah itu tidak pernah kalah dengan telak. Selama sejarah yang  kalah itu ada, yang kalah masih punya kesempatan untuk kembali bangkit dan mencoba masuk dalam medan pertempuran suatu waktu tertentu.

Banyak contoh yang bisa diungkap dari ketiga macam sejarah menurut penuturnya tersebut. Misalkan sejarah antara Indonesia dan Belanda. Karena Indonesia menang, maka Soekarno dan Hatta menjadi pahlawan. Tapi bisa jadi apabila Indonesia kalah dan Belanda menang. Soekarno dan Hatta adalah dua orang pemberontah yang dicap merah oleh Belanda sebagai pembangkang yang dungu kelas kakap. Begitulah sejarah terbentuk dari siapa yang menuturkannya. Dari isinya bisa jadi tidak berubah, tapi dari sudut pandang yang berubah sehingga nilai dan fungsinya pun berubah.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak