Kerjasama Negara-Negara ASEAN

Kerjasama Negara-Negara ASEAN

Kerjasama Negara-Negara ASEAN

Faktor pendorong kerjasama negara-negara Asia Tenggara ialah kesamaan nasib dan sejarah, kedekatan geografis dan juga strategisnya letak kawasan. Berikut ini penjelasannya;
Pertama, Faktor Kesamaan Nasib dan Sejarah

Semua negara-negara di kawasan Asia Tenggara sama-sama mengalami penjajahan oleh bangsa lain (kecuali Thailand). Selain itu bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara telah lama menjalin pertalian baik. Ingat, dulu dulu berkembang dua kerajaan besar yang menghimpun bangsa-bangsa di kawasan ini yakni kerajaan pulau Sriwijaya (abad ke-5) yang berpusat di Palembang dan kerajaan Majapahit (± abad ke-7) yang berpusat di pulau Jawa. Bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara dewasa ini mayoritas terhitung sebagai negara berkembang.
Kedua, Faktor Kedekatan Geografis

Kerjasama Negara-Negara ASEAN

Wilayah negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara saling berdekatan satu serupa lain. Sehingga demi terjaganya stabilitas pada masing-masing negara di kawasan ini diperlukan pertalian kerja serupa yang baik dan terus-menerus.
Ketiga, Faktor Strategis Letak Kawasan
Sejak dulu, kawasan Asia Tenggara menjadi jalan lalu-lintas internasional yang ramai. Barangkali hal tersebut wajar, karena letak kawasan ini memang strategis. Namun demikianlah letak yang stategis ternyata mempunyai segi positif dan negatif, segi positifnya mempercepat pertumbuhan di segala bidang kehidupan. Sementara itu, segi negatif terjadinya beragam type perselisihan atau sengketa regional akibat perbedaan-perbedaan kepentingan masing-masing negara.

Organisasi-organisasi sebelum akan ASEAN
1. NATO
Pada jaman lalu, negara-negara di dunia terbagi menjadi dua blok yakni Barat dan Timur. Blok Barat membentuk organisasi North Atlantic Treaty Organization (NATO). Adapun Blok Timur mendirikan organisasi Pakta Warsawa.
2.SEATO
Beberapa negara yang tergabung di dalam blok Barat dan di Asia mendirikan sebuah organisasi South-East Asia Treaty Organization (SEATO). Adapun negara-negara anggotanya yakni Australia., Inggris, Prancis, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Thailand, dan Amerika Serikat. Organisasi ini didirikan pada tanggal 8 September 1954. Organisasi ini didirikan untuk menjalin kerjasama di dalam segala bidang pertahanan dan keamanan.
3. ASA
Pada tahun 1961 organisasi Association South-east Asia (ASA). ASA didirikan oleh tiga negara yakni Thailand, Filipina, dan Malaya (sekarang Malaysia). Tujuannya menjalin kerjasama di dalam bidang sosial dan kebudayaan. Organisasi ini terhitung mengusahakan mengajak Indonesia untuk bergabung, namun Presiden Soekarno menampik tawaran tersebut. ASA ternyata tidak sanggup berjalan lancar. Hal tersebut karena terdapatnya perseteruan pada Malaysia dan Filipina. Filipina mengklaim bahwa Sabah ( negara anggota Malaysia) adalah terhitung wilayahnya.
4. MAPHILINDO
Selanjutnya, pada tahun 1963 organisasi Maphilindo didirikan oleh Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Organisasi ini pun tidak berjalan lancar karena berjalan perseteruan pada Indonesia bersama dengan Malaysia karena Indonesia menganggap Malaysia sebagai negara boneka bentukan Inggris. Menghadapi hal tersebut, selanjutnya keluar kembali inspirasi untuk menghidupkan kembali ASA. Namun, Indonesia selamanya menampik untuk bergabung dididalamnya.

ASEAN pada mulanya dibentuk sebagai pengganti organisasi Persatuan Asia Tenggara (Association of South-east Asia atau ASA). ASA merupakan cikal dapat pembentukan ASEAN sekarang. Akibat dari pembentukan Malaysia pada 16 September 1963, berjalan pertikaian pada Indonesia dan Filipina yang menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini karena mereka menganggap Sabah dan Sarawak merupakan anggota dari wilayah Filipina dan Indonesia. Akibat pertikaian tersebut di Indonesia keluar slogan Ganyang Malaysia yang mempunyai kepada permusuhan pada tahun 1965-1966 pada Indonesia dan Malaysia. Setelah selesai permusuhan tersebut, semua negara-negara Asia Tenggara bersepakat untuk mewujudkan kesepahaman bersama dengan mendirikan organisasi yang melindungi kepentingan bersama. Maka, pada 8 Agustus 1967, lima Menteri Luar Negeri negara Asia Tenggara mengadakan pertemuan di Bangkok Thailand. Kelima menteri luar negeri itu adalah:
Adam Malik (Indonesia)
Narciso R. Ramos (Filipina)
Tun Abdul Razak (Malaysia)
S. Rajaratnam (Singapura)
Thanat Khoman (Thailand)

Pada akhir pertemuan tersebut lahirlah Deklarasi Bangkok yang menandai berdirinya Associatiom of South East Asian Nations (ASEAN).
Isi Deklarasi Bangkok adalah:
Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pertumbuhan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
Meningkatkan kerja serupa dan saling menolong untuk kepentingan bersama dengan di dalam bidang ekonomi, sosial teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
Memelihara kerja serupa yang erat ditengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara

Untuk raih tujuan tersebut tiap-tiap negara anggota ASEAN wajib memegang teguh prinsip-prinsip;
Hormat pada kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional dan identitas nasional tiap-tiap negara
Hak untuk tiap-tiap negara untuk memimpin Kedatangan nasional bebas dari campur tangan luar, subversif atau konversi dari luar
Penyelesaian perbedaan atau pembicaraan bersama dengan damai
Menolak pemakaian militer
Kerjasama efisien pada anggota

Untuk mewujudkan tujuan ASEAN yang cocok bersama dengan Deklarasi Bangkok, disusunlah program di dalam organisasi, diantaranya;
Pertemuan para kepala pemerintahan yang biasa disebut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
Mengadakan agenda sidang tahunan untuk para menteri luar negeri
Melaksanaan sidang menteri ekonomi yang dilaksanakan 2 kali setahun
Sidang para menteri non ekonomi

Beikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN
Filipina (negara pendiri)
Indonesia (negara pendiri)
Malaysia (negara pendiri)
Singapura (negara pendiri)
Thailand (negara pendiri)
Brunai Darrusalam (6 Januari 1984)
Vietnam (28 Juli 1995)
Laos (23 Juli 1997)
Myanmar (23 Juli 1997)
Kamboja (30 April 1999)
Timor Leste (8 Mei 2011)

Lambang ASEAN

Seikat padi berjumlah cocok bersama dengan banyaknya anggota mengambarkan solidaritas, kesepakatan, dan juga ikatan bentuk kerjasama antar anggota ASEAN.
Warna dasar kuning menggambarkan kemakmuran
Batang padi berwarna colelat menggambarkan kestabilan dan kekuatan
Tulisan dan lingkaran berwarna biru sebagai lambang persahabatan antar bangsa.

Struktur Organisasi ASEAN
Untuk raih maksud dan tujuan ASEAN, maka disusunlah struktur organisasi ASEAN. Menurut deklarasi Bangkok, stuktur organisasi ASEAN adalah sebagai berikut;
ASEAN Ministerial Meeting (sidang tahunan para menteri)
Standing Committe
Komite-komite selamanya dan khusus
Sekretariat nasional ASEAN pada tiap-tiap ibu kota negara-negara anggota ASEAN

Pada KTT di Bali tahun 1976, lapisan organisasi ASEAN mengalami perubahan sebagai berikut;
Summit Meeting (pertemuan para kepala pemerintahan). Pertamuan ini merupakan kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN
Annual Ministerial Meeting (sidang tahunan para menteri luar negeri). Sidang ini memeriksa dampak politis dari keputusan-keputusan ASEAN
Sidang para menteri ekonomi. Sidang ini diselenggarakan tiap-tiap dua kali di dalam setahun. Dalam sidang ini dibahas rumusan kebijaksanaan dan koordinasi yang khusus menyangkut masalah kerjasama bidang ekonomi, terhitung menilai hasil-hasil yang telah diperoleh komite-komite yang ada dibawahnya.
Sidang para menteri lainnya (non-ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menyangkut bidang masing-masing seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan lain-lain.
Standing committe. Badan ini tugasnya menyebabkan keputusan dan menggerakkan tugas penghimpunan di pada dua buah sidang tahunan para menteri luar negeri. Dalam perkembangannya komite ini diperluas bersama dengan Direktur Jenderal ASEAN dari negara-negara anggota, yang pada mulanya disebut Sekertariat Umum Sekertariat Nasional ASEAN.
Komite-komite ASEAN. Komite permanen ASEAN ada dua bidang, yakni bidang ekonomi dan non-ekonomi. Tugasnya bertanggung jawab segera kepada panitia tetap.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN
KTT ASEAN adalah konferensi puncak pada pemimpin-pemimpin negara anggota ASEAN yang diselenggarakan tiap-tiap tahunnya sejak KTT ke-7 tahun 2001. Sejak dibentuknya ASEAN telah berjalan 12 kali KTT resmi dan 4 KTT tidak resmi:
KTT ke-1 di Bali-Indonesia, tanggal 23-24 Febuari 1976
KTT kedua di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 4-5 Agustus 1977
KTT ke-3 di Manila-Filipina, tanggal 14-15 Desember 1987
KTT ke-4 di Singapura, tanggal 27-29 Januari 1992
KTT ke-5 di Bangkok-Thailand, tanggal 14-15 Desember 1995
KTT tidak Resmi ke-1 di Jakarta-Indonesia, tanggal 30 November 1996
KTT tidak Resmi kedua di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 14-16 Desember 1997
KTT ke-6 di Hanoi-Vietnam, tanggal 15-16 Desember 1998
KTT tidak Resmi ke-3 di Manila-Filipina, tanggal 27-28 November 1999
KTT tidak Resmi ke-4 di Singapura, tanggal 22-25 November 2000
KTT ke-7 di Bandar Seri Begawan-Brunei Darussalam, tanggal 5-6 November 2001
KTT ke-8 di Phnom Penh-Kamboja, tanggal 4-5 November 2002
KTT ke-9 di Bali-Indonesia, tanggal 7-8 Oktober 2003
KTT ke-10 di Vientiane-Laos, tanggal 29-30 November 2004
KTT ke-11 di Kuala Lumpur-Malaysia, tanggal 12-14 Desember 2005
KTT ke-12 di Cebu-Filipina, Desember 2006

Sekertariat ASEAN
Guna menolong kelancaran organisasi, maka pada tanggal 7 juni 1976 di bentuk Sekerariat ASEAN. Tugas dan fungsi sekertariat pada lain;
Melaksanakan tugas sehari-hari
Bertanggung jawab kepada sidang para menteri luar negeri
Menyelaraskan, memperlancar dan juga memonitor kemajuan pelaksanaan ASEAN
Membentuk pelaksanaan semua proyek dan kegiatan ASEAN
Berfungsi sebagai jalan komunikasi antar ASEAN bersama dengan semua organisasi regional maupun internasional.

Dalam rangka menyambut jaman globalisasi terlebih di bidang informasi, sekretariat ASEAN sedia kan jaringan informasi ASEAN atau ASEAN WEB yang sanggup di akses lewat internet. ASEAN WEB sedia kan informasi berkenaan beragam hal yang menyangkut ASEAN dan memperkenalkan ASEAN kepada masyarakat di manapun di luar ASEAN.

Sekretariat ASEAN dipimpin oleh Sekrertaris Jenderal bersama dengan jaman jabatan dua tahun. Sekrertaris Jenderal dipilih oleh menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN. Sekretariat ASEAN berkedudukan di Indonesia, tepatnya di jalan Sisingamangaraja, Jakarta. Sekretaris Jenderal mempunyai tugas buat persiapan segala administrasi dan juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh organisasi ASEAN. Sedangkan kewajibannya adalah mengadakan koordinasi bersama dengan badan-badan ASEAN. Tokoh-tokoh yang dulu menempati jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN adalah;
Hartono Rekso Dharsono dari Indonesia (7 Juni 1976 – 18 Febuari 1978)
Umarjadi Notowijono dari Indonesia (19 Febuari1978 – 30 Juni 1978)
Datuk Ali bin Abdullah dari Malaysia (10 Juli 1978 – 30 Juni 1980)
Narcisco G. Reyes dari Filipina (1 Juli 1980 – 1 Juli 1982)
Chan Kai Yau dari Singapura (18 Juli 1982 – 15 Juli 1984)
Phan Wannamethee dari Thailand (16 Juli 1984 – 15 Juli 1986)
Roderick Yong dari Brunei Darussalam (16 Juli 1986 -16 Juli 1989)
Rusti Noor dari Indonesia (17 Juli 1989 – 1 Januari 1993)
Ajit Singh dari Malaysia (1 Januari 1993 – 31 Desember 1997)
Rodolfo C. Severini Jr. Dari Filipina (1 Januari 1998 – 31 Desember 2002)
Ong Keng Yong dari Singapura (1 Januari 2003 – 31 Desember 2007)
Surin Pitsuwan dari Thailand (1 Januari 2008 – 31 Desember 2012)
Le Luong Minh dari Vietnam (1 januari 2013 – 31 Desember 2017)

Kerjasama ASEAN
1. Politik
Dibidang politik, ASEAN sepakat untuk merampungkan segala permasalahan lewat meja perundingan ASEAN sepakat untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir.
2. Ekonomi
Di bidang ekonomi, ASEAN mengusahakan menciptakan kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Bentuk kerjasama ekonomi sanggup direalisasikan, pada lain sebagai berikut:
Membuka pusat promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata di Tokyo
Menyediakan cadangan pangan (terutama beras);
Membangun proyek-proyek industri ASEAN, seperti proyek pabrik pupuk urea amonia di Indonesia dan Malaysia, proyek industri lembaga di Singapura, proyek pabrik mesin diesel di Singapura, dan proyek pabrik superfosfordi Thailand
Menciptakan preference trading arrangement (PTA) yang bertugas menentukan tarif rendah untuk beberapa type barang komoditas ASEAN.

3. Sosial
Di bidang sosial, ASEAN melakukan kerja sama, pada lain sebagai berikut;
Pencegahan narkoba dan penanggulangannya
Penanggulangan bencana alam
Perlindungan pada anak cacat
Pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.

4. Budaya
Di bidang budaya, ASEAN melakukan kerja sama, seperti berikut;
Tukar mengambil alih pelajaran dan mahasiswa
Pemberantasan buta huruf
Program tukar mengambil alih acara televisi ASEAN
Temu karya pemuda ASEAN
Festival lagu ASEAN

5. Latihan Militer Bersama
Negara-negara anggota ASEAN selamanya menjauhkan pembentukan pakta atau persekutuan militer. Namun untuk menambah keamanan wilayah mereka kerap menggelar latihan militer bersama. Misalnya, latihan militer bersama dengan sandi Elang Malindo merupakan latihan militer Angkatan Udara Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga :