Ap2ersi dorong program sejuta rumah

Konsumsi Semen Di Jabar Menurun

Ap2ersi dorong program sejuta rumah

Konsumsi Semen Di Jabar Menurun
Konsumsi Semen Di Jabar Menurun

BANDUNG – Sekalipun sudah dicanangkan Presiden RI lebih

dari empat bulan lalu, program sejuta rumah dinilai belum membuat perubahan apapun di sekor perumahan rakyat. Sehingga Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (Ap2ersi) meminta Pemerintah untuk segera mengefektifkan kebijakan-kebijakan dalam program nasional sejuta rumah.

“Paling tidak di 12 provinsi yang ada DPD Ap2ersi, anggota belum ada yang melaporkan adanya perubahan apa-apa. Setelah pencanangan program sejuta rumah oleh Presiden akhir Maret lalu, kondisinya relatif sama saja dengan waktu waktu sebelumnya,” ujar Ketua DPP Ap2ersi, Ferry Sandiyana.

Padahal menurut Ferry, daerah sangat menunggu program sejuta

rumah bisa segera jalan. Terutama untuk segmen rumah MBR (masyarakat penghasilan rendah), yang berbagai skema subsidinya sudah lengkap ditetapkan Pemerintah.

Mulai dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sampai kepada bantuan uang muka rumah sudah dirancang sedemikian rupa, namun implementasinya di lapangan belum efektif.

Demikian pula halnya dengan dukungan Pemda setempat, yang dengan program sejuta rumah diharapkan akan lebih memberikan perhatian, ternyata sama saat ini juga belum ada perubahan. Biaya perijinan tetap tinggi, relatif tidak dibedakan dengan perijinan rumah komersial. Padahal rumah MBR yang harga jualnya sudah dipatok Pemerintah, jelas berbeda karakterisitiknya dengan rumah komersial.

“Kondisi ini agak memperihatinkan, mengingat target-target

dari program sejuta rumah begitu ambisius. Artinya pelaksanaannya yang seharusnya mendapat akselerasi, tapi sampai saat ini ternyata masih jadi pertanyaan banyak pihak,” katanya. jo

 

Baca Juga :