Asuransi Jiwa dan Penambahan Modal Akan Diatur dalam RUU Nelayan

Asuransi Jiwa dan Penambahan Modal Akan Diatur dalam RUU Nelayan

Asuransi Jiwa dan Penambahan Modal Akan Diatur dalam RUU Nelayan

Asuransi Jiwa dan Penambahan Modal Akan Diatur dalam RUU Nelayan
Asuransi Jiwa dan Penambahan Modal Akan Diatur dalam RUU Nelayan

BANDUNG – Ketua Fraksi PKS (FPKS) DPR RI Jazuli

Juwaini, dalam release yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (17/2)  menegaskan RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam akan mencakup beberapa hal terkait kesejahteraan, yaitu asuransi jiwa, asuransi usaha, dan penambahan modal.Kesejahteraan nelayan melalui RUU ini patut untuk didorong karena  ada 70 persennya nelayan ada dalam kondisi  masih miskin. Ini jadi tugas kita bersama.

Draf RUU Nelayan ini juga akan mengatur adanya

pembentukan serikat nelayan yang profesional, juga pemberian Identitas Khusus Nelayan (IKN) yang memudahkan nelayan mendapat bantuan kapal. Oleh karena itu,  RUU Nelayan  dapat menunjukkan kontribusi bagi perbaikan kehidupan nelayan.

RUU tersebut sangatlah strategis guna memformulasikan

kebijakan untuk melindungi, menguatkan, dan memberdayakan nelayan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.
moratorium izin kapal eks asing dan tindak tegas dari KKP pada masa Menteri Susi Pujiastuti terhadap praktek pencurian ikan, belum cukup untuk memperbaiki kesejahteraan nelayan skala kecil di Indonesia.
Hal tersebut, ujar Jazuli Terbukti Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih menjadi indikator kesejahteraan nelayan menunjukkan tren penurunan pada 6 bulan terakhir.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435535/sejarah-kerajaan-kutai/