Komprehensif tentang model-model dari keluarga hukum

Komprehensif tentang model-model dari keluarga hukum

Komprehensif tentang model-model dari keluarga hukum

Komprehensif tentang model-model dari keluarga hukum
Komprehensif tentang model-model dari keluarga hukum

Penyusunan model-model dari keluarga-keluarga

hukum ke dalam kelompok-kelompok bertujuan melakukan pengklasifikasian (taxonomic purposes), agar dapat diatur pengelompokan sistem hukum secara menyeluruh, sebagaimana yang digambarkan oleh para pakar hukum di bawah ini :

Esmein adalah pakar hukum yang mengawali melakukan pembagian atau pengklasifikasian sistem hukum dunia dari negara-negara yang berbeda-beda, yang mana masing-masing merupakan sebuah sistem hukum asli mereka kedalam sejumlah kecil keluarga-keluarga hukum: romanistic, germanic, anglo saxon, slav dan islam. Pengelompokan oleh Esmein dipandang sangat sempurna pada masanya, oleh karena ia pun membuat rumusan mengenai prinsip-prinsip pengelompokan ke dalam keluarga-keluarga hukum tersebut, berdasarkan: hukum yang diundangkan (enacted) atau yang berasal dari kebiasaan (customary). Kemudian Esmein pun berpendapat bahwa jika studi tentang comparative law menjadi wacana ilmiah, maka kita harus memulai studi dengan sebuah penelitian mengenai sumber-sumber sejarah, struktur umum, dan karakteristik-karakteristik khusus dari tiap-tiap sistem hukum tersebut.

 

Levy-Ullmann mengklasifikasikan sistem hukum dunia kedalam keluarga hukum kontinental,

keluarga hukum negara-negara berbahasa Inggris, dan keluarga hukum Islam. Pembedaan (distinction) tersebut dibuat dengan sangat jelas, yakni pembedaan kedalam sumber-sumber hukum yang saat ini dikenal sebagai sistem hukum eropa kontinental dan anglo amerika (anglo saxon).

Sauser-Hall (1913) menggunakan ras sebagai faktor yang mendasari pembagiannya, dengan alasan bahwa hanya di dalam sebuah ras kita bisa melihat terjadinya evolusi perkembangan hukum. Dalam hal ini ia membedakan hukum ke dalam keluarga-keluarga hukum: indo european, semitic dan mongolian, serta membagi keluarga indo european ke dalam sub kelompok hindu, iranian, celtic, greco-roman, germanic, anglo saxon dan lithuania-slav.

 

Martinez-Paz (1934) mengadopsi metoda pengklasifikasian

Berdasarkan keturunan (genetic method). Menurutnya, sebegitu jauhnya perkembangan dari setiap sistem hukum, tetap saja dipengaruhi oleh ius gentium, hukum romawi, hukum pidana (canon law) atau dipengaruhi pula oleh beberapa pemikiran-pemikiran demokrasi mutakhir. Berdasarkan hal ini ia berhasil mempersatukan kelompok: romano, canonico, democratico, serta ia membagi pula ke dalam sistem hukum amerika latin, switzerland dan russia.

Rene David, membuat kriteria pembedaan (distinction) kedalam dua kriteria : kriteria ideologi (hasil dari agama, filsafat, atau politik, ekonomi atau struktur sosial) dan kriteria teknik hukum. Prinsip dasar dari pembedaan atau kriteria tersebut adalah basis filsafat atau konsepsi keadilan, sedangkan perbedaan-perbedaan teknik hukum menjadi hal penting kedua. Berdasarkan prinsip itu, ia membeda-bedakan 5 keluarga hukum: sistem hukum barat, sistem hukum sosialis, sistem hukum islam, sistem hukum hindu, dan sistem hukum cina. Namun kemudian, ia mengubah pendapatnya dengan hanya mengemukakan 3 keluarga hukum: hukum romawi-jerman, hukum kebiasaan (common law) dan hukum sosialis. Lebih lanjut ia membedakan kembali, bersamaan dengan bersatunya kembali kelompok ‘sistem lain’ yang hilang, ke dalam : hukum yahudi, hukum hindu, dan hukum timur jauh bersama-sama dengan kelompok baru hukum afrika dan hukum malagasi.

 

Malmstrom mengemukakan teori keluarga-keluarga hukum.

Secara prinsip ia berkeberatan terhadap hal-hal yang dikemukakan oleh Arminjon/Nolde/Wolf, yaitu bahwa sistem hukum eropa asli memiliki banyak keistimewaan (features) dan dengan telah secara ekslusif mengklasifikasikan kedalam sebuah kelompok barat (eropa-amerika). Sedangkan Malmstrom menambahkan lagi ke dalam kelompok tersebut sistem hukum romawi, sistem hukum jerman, sistem hukum amerika latin, sistem hukum nordic, dan common law system. Sedangkan sistem hukum sosialis, sistem hukum asia non-komunis, dan sistem hukum afrika akan masuk kedalam kelompok lain.

Baca Juga :