Ganjar Minta 75 Aktivis Bakti Nusa Melek Tantangan Disrupsi

Ganjar Minta 75 Aktivis Bakti Nusa Melek Tantangan Disrupsi

Ganjar Minta 75 Aktivis Bakti Nusa Melek Tantangan Disrupsi

Ganjar Minta 75 Aktivis Bakti Nusa Melek Tantangan Disrupsi
Ganjar Minta 75 Aktivis Bakti Nusa Melek Tantangan Disrupsi

Para penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) Dompet Dhuafa

Pendidikan harus memiliki pemikiran yang visioner dalam menghadapi era disrupsi seperti sekarang ini. Pasalnya, bangsa Indonesia butuh aktivis- aktivis terbaik sekaligus calon pemimpin masa depan yang dapat memberikan solusi perbaikan untuk berbagai permasalahan yang dihadapi di era tersebut.

Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengisi sesi Leadership Sharing, dalam rangkaian acara Future Leader Camp (FLC) 2019 yang bertempat di Grasia Convention Semarang, Jumat (29/3) malam. Menurut Ganjar, saat ini telah terjadi disrupsi dimana- mana. Perang dagang dan perang inovasi telah terjadi antar negara dan bangsa di dunia.

“Maka, jika kita tidak melakukan lompatan- lompatan inovasi,

bangsa ini akan benar- benar tertinggal oleh babgsa lain,” tegasnya.

Menurut Ganjar, Indonesia adalah bangsa yang besar, apapun yang kita butuhkan ada di negeri ini. Namun di sisi lain masih banyak masalah dan problem sosial yang terjadi. Mulai dari kemiskinan, kekerasan sosial, narkoba dan yang paling berbahaya adalah masalah korupsi. Karena itu bangsa ini butuh aktivis- aktivis terbaik, calon pemimpin masa depan yang dapat memberikan solusi perbaikan untuk berbagai permasalahan negeri ini.

Ia juga mengungkap, untuk menjadi Indonesia Berdaya di era milenial, negeri ini membutuhkan banyak data agar setiap decision making berlandaskan data yang akurat.

“Menjadi pemimpin di era millennial adalah menjadi problem solver bagi bangsa

ini, dan saya optimis kalianlah calon pemimpin masa depan tersebut,” tandas Gubernur Jawa Tengah.

FLC 2019 merupakan rangkaian acara yang disusun secara matang untuk memberikan pembekalan kepemimpinan bagi 75 aktivis terpilih dari 22 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari seluruh Indonesia. Antara lain UI, UNJ, IPB, UNPAD, UPI, ITB, UGM, UNY, UPN Veteran Yogyakarta, UNS, UNSRI, UNTAN, UNAIR, ITS, UNESA, UPN Veteran Jawa Timur, UNNES, UNDIP, UB, UM, UNAND, dan UNP. Acara ini diperuntukkan bagi penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) Dompet Dhuafa Pendidikan.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/