Panglima TNI Launching Gerakan Sambung Oyot

Panglima TNI Launching Gerakan Sambung Oyot

Panglima TNI Launching Gerakan Sambung Oyot

 

Panglima TNI Launching Gerakan Sambung Oyot

Kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

Minggu (30/12) malam disambut hangat khususnya di wilayah Desa Pamotan Kecamatan Dampit dalam acara Yasin Kubro dan sekaligus dalam rangka melaunching Gerakan Sambung Oyot Nusantara di Yayasan Pondok Pesantren UNIQ (Ulin Nuril Islamic Qayyidi) Nusantara yang diasuh oleh KH. M. Abdul Ghufron Al Bantani tersebut.

Dalam kegiatan keagamaan

Dalam kegiatan keagamaan yang juga bertujuan  untuk mendoakan keselamatan bangsa Indonesia tersebut hadir diantaranya Wakapolri Komjen. Pol. Drs. Ari dono Sukmanto, S.H beserta jajarannya, Pangdam 5 Brawijaya Mayjen. Arif Rahman, Pangdiv 2 Kostrad Mayjen. Marga Taufik, Danlanud Abd.Saleh, Marsma. TNI. Andi Wijaya, Wakapolda Jatim Brigjen. Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H, Forkopimda Malang Raya, Wakil Bupati (Wabup) Malang Drs. H. M. Sanusi, MM, Muspika Dampit, serta para santri ponpes setempat.

Usai melaunching, Hadi Tjahjanto merasa bahwa ada satu hal yang kurang dalam gerakan yang digagas oleh Ponpes UNIQ tersebut yakni sambung rasa, sambung oyot dan satu lagi Jogo negoro, itulah tugas utama yang diembannya bersama Kapolri. “Jika kita lihat sambung rasa adalah dengan hati, sambung oyot nusantara adalah fisik, itu semua sudah disimbolkan di Candi Kidal dengan lambang burung garuda. Dan sasanti dibawahnya adalah bhineka tunggal ika, kelanjutanya tanhana dharma mangra artinya tidak ada loyalitas yang mendua, loyalitas hanya satu tegak lurus, itulah yang disimbolkan, ” tegasnya.

Menurutnya

dalam menjaga dan mempertahankan bangsa ini harus banyak mengais ilmu apalagi saat ini telah masuk pada revolusi industri 4.0. Sekarang Indonesia merupakan pemegang handphone terbanyak nomor 3 di dunia dengan rata-rata menggunakan media sosial. “Kemajuan revolusi ini membawa kemudahan contohnya banyak industri startup, tidak punya sepeda motor tapi bisa mengendalikan ribuan sepeda motor, itu namanya perusahaan ojek online, itulah hal positifnya. Negatifnya masyarakat menjadi citizen journalism, jadi berita yang belum tentu kebenarannya langsung di share, Itu bagian dari paradok teknologi informasi. Namun apabila kita pintar menggunakan aplikasi tadi, kita bisa melihat situasi yang terjadi saat ini. Di ponpes inilah tempat untuk menimba ilmu disamping pelajaran karakter, dan ilmu dunia. Saya berharap nanti lulusan ponpes ini akan go internasional bisa sampai sekolah ke luar negeri, karena tadi saya lihat banyak potensi untuk menjadi anggota TNI Polri, saya yakin juga kalau disini ada calon-calon panglima tni/kapolri. Kyainya saja mempunyai jiwa militer yang luar biasa, pasti jiwa itu juga akan muncul di santri-santrinya,” harap Hadi.

“Karena saat ini ancaman sudah didepan mata akibat perkembangan ilmu teknologi seperti ancaman cyber, ancaman penyakit, apakah kita akan terus ngene-ngene ae? Tentuk tidak, kita harus belajar dari datangnya berbagai ancaman tersebut. Mari kita menyatukan NKRI ini dari ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri, saya juga minta doa restu agar pesta demokrasi pada April Tahun 2019 nanti bisa berjalan dengan aman dan damai tanpa ada gesekan dari masing-masing pendukung paslon sehingga pesta demokrasi berjalan lancar. Dan Indonesia bisa menjadi negara besar dan masuk empat besar ekonomi dunia sehingga yang kita cita-citakan Indonesia menjadi negara yang gemah ripah loh jinawi dan toto tentrem kerto raharjo,” pesan Panglima TNI asal Singosari itu.

Wakapolri

Disisi lain, Wakapolri merasa haru dan bangga karena kedatangannya disambut kesenian bernuansa seperti wali songo dengan sentuhan syariat islam. “Saya mendengar bahwa kesenian ini sudah bercabang dimana-mana, kalau syiar seperti ini terus berkembang saya yakin negara ini akan menjadi negara yang besar dengan masyarakat yang sejahtera. Ponpes ini membuktikan bahwa masih ada anak bangsa yang mempunyai keinginan luhur dan kemampuan untuk berusaha menyatukan kita semua dalam bingkai pancasila. Kami dari unsur kepolisian yang punya tugas dan tanggung jawab untuk memelihara dan membina keamanan masyarakat bersama TNI dan ulama untuk mencapai suatu kedamaian,” ujar Wakapolri.

Ia bertekad untuk mengembangkan jaringan yayasan pesantren UNIQ Nusantara ini agar lebih besar lagi sehingga karya nyata dan rencana aksinya untuk memetakan masyarakat yang masih mempunyai jalan pikiran yang berbeda bisa segera terbenahi. “Bukan hanya untuk membesarkan nama yayasannya tapi bagaimana caranya mengajak saudara-saudara kita yang salah pemikirannya dalam menjalankan agama islam. Teknologi yang semakin canggih saat ini agar bisa disikapi dengan arif dan bijak, baca cermati isi kalimat per kalimat yang tertulis di media sosial, kalau sudah teruji kebenarannya boleh di share, jangan sembarangan ngeshare karena bisa fatal akibatnya,” tambahnya.¬†https://bandarlampungkota.go.id/blog/kata-bijak-bahasa-inggris/

Pemerintah Kabupaten Malang

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Malang yang dalam hal ini Wabup merasa sangat terhormat karena Kabupaten Malang kembali dikunjungi Panglima TNI beserta pejabat tinggi lainnya. “Hal ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Kabupaten Malang karena daerah kalau didatangi pejabat InsyaAllah barokah. Kita sebagai bangsa dengan beragam suku, agama, ras dan budaya, dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika yang insyaAllah prasastinya ada di Candi Kidal bersama lambang garuda tepatnya di Kecamatan Tumpang, jadi Malang ini benar-benar untuk Indonesia. Semoga kota ini terus memberikan aspirasi untuk kebersamaan dan kejayaan Indonesia,” harapnya.

Masih dalam kesempatan yang sama

Sekjen Pimpinan Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Gus Hery Haryanto Azumi mengungkapkan bahwa kedatangan kedua tokoh negara tersebut yakni Panglima TNI dan Wakapolri menunjukkan bahwa keduanya memiliki sinergitas yang luar biasa karena mampu menyatukan bangsa Indonesia. Berbicara mengenai gerakan sambung oyot nusantara yang baru saja dilaunching, ia menjelaskan bahwa gerakan itu dinamai sambung oyot karena sebenarnya selama ini yang menyatukan bangsa adalah perasaan sebagai komunitas yang telah diperjuangkan selama ratusan abad.

“Perasaan itu akan abadi selama kita bersama-sama menyadari bahwa kita punya tujuan dan akar yang sama dan itu akan membentuk apa yang di cita-citakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, InsyaAllah Indonesia akan menjadi Indonesia emas pada tahun 2040 nanti. Kedepan kita akan melakukan safari ke daerah-daerah level yang paling bawah di masyarakat dengan mengumandangkan pesan kebangsaan, yaitu menggabungkan seluruh elemen bangsa menjadi satu kekuatan yang akan membawa Indonesia menuju kejayaan. Semoga gerakan ini menjadi gerakan nasional,” ungkap Hery.