Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke?

Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke? – Penting untuk memahami perbedaan antara serangan jantung dan stroke karena tidak sedikit orang beranggapan bahwa penyakit ini serupa.

Serangan jantung dan stroke berkembang dari penyumbatan di pembuluh darah, namun perbedaannya ialah bahwa dua-duanya mempengaruhi sekian banyak fungsi urgen tubuh. Gejala serangan jantung dan stroke pun berbeda.

Serangan jantung dibuka dengan nyeri dada dan yang terakhir dibuka dengan sakit kepala yang tiba-tiba dan kuat. Gejala stroke dan serangan jantung tergantung pada beratnya episode, usia, jenis kelamin, dan kesehatan kita secara keseluruhan.

Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika kehancuran tiba-tiba terjadi pada otot-otot jantung, seringkali dari kurangnya aliran darah di arteri koroner. Arteri koroner yang tersumbat lantas mencegah oksigen masuk ke jaringan otot jantung.

Sebagian besar, gumpalan darah terbentuk di arteri koroner sehingga merintangi aliran darah ke otot jantung yang menuju nyeri dada dan fenomena serangan jantung lainnya.

Serangan jantung bisa mengakibatkan kehancuran permanen pada otot jantung dan mengakibatkan kematian pada orang tersebut.

Stroke

Stroke terjadi saat ada pembentukan bekuan darah di arteri yang memasok darah ke otak. Jaringan benak menjadi kelemahan oksigen yang menyebabkan kehancuran atau kematian jaringan otak. Stroke tidak jarang dikaitkan dengan kehilangan keterampilan untuk bergerak yang melulu mempengaruhi satu sisi tubuh.

Stroke datang dalam tiga bentuk, yaitu Perdarahan di benak yang dinamakan stroke haemorrhagic, stroke yang diakibatkan oleh gumpalan darah dikenal sebagai stroke iskemik, dan penyusutan arteri yang memberi santap darah ke benak disebut sebagai serangan iskemik transien.

Sementara, firasat serangan jantung, antara beda nyeri dada atau gelisah di dada, nyeri yang bisa melayang ke bahu, lengan, punggung, perut, atau gigi, berkeringat, sesak napas, mual atau muntah.

Adapun firasat stroke, yakni kekurangan di lengan, dan kaki di satu sisi tubuh, wajah terkulai, kendala berbicara, kehilangan kesadaran, sakit kepala parah secara tiba-tiba, dan kendala dalam melihat.

Baca Juga: