5 Sistem Operasi Open Source untuk Perangkat IoT

5 Sistem Operasi Open Source untuk Perangkat IoT

5 Sistem Operasi Open Source untuk Perangkat IoT

Internet of Things (IoT) adalah hal besar seterusnya dalam industri teknologi. Sudah tersedia aplikasi yang bergulir ke beragam praktik bisnis, organisasi, inovasi sosial, dan penemuan pribadi. Pada 2017, tersedia 8,4 miliar perangkat yang membuka di dunia dan diperkirakan bahwa terhadap th. 2020 bakal meningkat dua kali lipat untuk capai lebih dari 20,4 miliar.

5 Sistem Operasi Open Source untuk Perangkat IoT

Banyak perusahaan di bidang IoT layaknya Samsung, Google, Huawei, dan ARM menyongsong model open source untuk menciptakan inovasi dan pertumbuhan konstan dalam teknologi. Perusahaan-perusahaan tersebut memimpin di depan bersama memaparkan proyek mereka ke komunitas pengembang open source untuk menghasilkan penemuan layaknya tempat tinggal pintar, konektivitas yang bisa dikenakan, mobil tanpa pengemudi, dan lain sebagainya.

Contiki
Adam Dunkels menciptakan Contiki terhadap th. 2002 dan dirilis sebagai perangkat lunak open source di bawah lisensi BSD. Sekarang, sistem operasi IoT ini terdiri dari pengembang di semua dunia. OS ini bisa bersama enteng bekerja terhadap perangkat yang dibatasi bersama 30KB RAM dan ROM. Contiki menopang lebih dari satu hardware berikut: TI CC2538, nRF52832, TI MSP430x, Atmel AVR, TI MSP430, Atmel Atmega128rfa1.

Brillo
Brillo adalah operasi IoT yang diperkenalkan oleh Google yang dikenal sebagai OS berbasis Android untuk perangkat embedded. OS ini berjalan terhadap perangkat yang dibatasi bersama setidaknya 128MB ROM dan 32MB RAM. Berikut ini adalah teknologi interkomunikasi dari Brillo: Wifi, Bluetooth, Thread. Brillo termasuk menopang arsitektur berikut: ARM, Intel, MIPS.

RIOT
Jika anda mencari sistem operasi IoT real-time, maka RIOT sesuai untukmu. OS ini didasarkan terhadap arsitektur mikrokernel yang berjalan terhadap mikrokontroler 8-32 bit. RIOT termasuk menopang multi-threading dan berjalan terhadap perangkat yang dibatasi bersama minimal 1,5 Kb RAM dan 5 Kb ROM. RIOT menopang arsitektur berikut: MSP430, ARM7, Cortex-M0, M3, dan M4, x86 dan tumpukan jaringan IoT termasuk: 802.15.4 Zigbee, 6LoWPAN, ICMP6, Ipv6, RPL,CoAP.

Zephyr
Zephyr adalah sistem operasi IoT real-time lain layaknya RIOT. Proyek ini di mulai secara kolaboratif di bawah Linux Foundation dan diluncurkan terhadap Februari 2016. Zephyr tersedia melalui lisensi Apache 2.0. OS bisa berjalan terhadap perangkat bersama memori sekecil 8KB. Berikut ini adalah teknologi interkoneksi Zephyr: Bluetooth, Bluetooth LE, Wifi, 6LoWPAN, CoPA, NFC. Zephyr termasuk menopang arsitektur berikut: ARM, x86, ARC, RISC-V, NIOS-II.

Ubuntu Core
Canonical baru-baru ini merilis Ubuntu Core 16, sistem operasi termasuk kernel, library, dan aplikasi utama. OS ini miliki nama lain yang dikenal sebagai Snappy dikarenakan dikirimkan sebagai paket aplikasi Linux yang dikenal sebagai snaps. Inti Ubuntu 16 berukuran 350 MB dan semua file setelah instalasi disimpan sebagai gambar. Berikut ini adalah papan yang cocok untuk inti Ubuntu 16: Qualcomm Dragonboard, Samsung Artik, Intel Joule, Raspberry Pi2 dan Pi3.