P R O S A F I K S I Tentang Dasar Prosa Fiksi

P R O S A F I K S I Tentang Dasar Prosa Fiksi

P R O S A F I K S I Tentang Dasar Prosa Fiksi
P R O S A F I K S I Tentang Dasar Prosa Fiksi

PENGERTIAN

Prosa dalam pengertian kesastraan juga disebut Fiksi (fiction), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discource). Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan atau cerita khayalan.
Fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesama interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan Tuhan. Fiksi tidak sepenuhnya berupa khayalan. Membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri untuk memperoleh kepuasan batin. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sama dan memang tak perlu disamakan dengan kebenaran yang berlaku didunia nyata. Hal itu disebabkan dunia fiksi yang imajinatif dengan dunia nyata masing-masing memiliki sistem hukumnya sendiri. Dunia kesastraan terdapat suatu bentuk karya sastra yang mendasarkan diri pada fakta. Karya fiksi tersebut dikenal dengan sebutan fiksi nonfiksi (nonfiction fiction).

UNSUR-UNSUR FIKSI

– Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur yang dimaksud misalnya peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang, bahasa, dan lain-lain.
– Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang barada diluar karya sastra itu, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisasi karya sastra. Misalnya keadaaan lingkungan pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial.BAB III
T E M A
A. Cara mencari tema :
1. Mencari makna / hal-hal yang diungkap atau dibahas.
2. Memilih makna yang paling banyak merasuki cerita.

B. Penggolongan tema :
1. Tema mayor
2. Tema minor
3. Tema tradisional
4. Tema nontradisional
 Tema mayor adalah makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum karya itu, atau bisa disebut juga tema yang paling utama.
 Tema minor adalah makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian cerita atau bisa disebut juga tema sebagian.
 Tema tradisional adalah hal-hal yang dianggap otomatis terjadi sendiri di masyarakat.
 Tema nontradisional adalah tema yang mengangkat sesuatu yang tidak lazim atau nontradisional.

Tema sebuah karya sastra selalu berkaitan dengan makna atau pengalaman kehidupan, melalui karyanya pengarang menawarkan makna tentang kehidupan, mengajak pembaca untuk melihat, merasakan dan menghayati makna kehidupan tersebut dengan cara memandang permasalahan itu sebagaimana ia memendangnya. Tema dapat dipandang sebagai dasar cerita, gagasan dasar umum, sebuah karya novel, gagasan dasar umum inilah yang tentunya telah ditentukan sebelumnya oleh pengarang yang dipergunakan untuk mengembangkan cerita.


BAB III
A L U R

A. KAIDAH ALUR

1. Peristiwa
Adalah peralihan dari satu keadaan ke keadaan yang lain.
− Peristiwa fungsional adalah peristiwa-peristiwa yang menentukan dan atau mempengaruhi perkembangan alur. Urutan peristiwa fungsional merupakan inti cerita sebuah karya fiksi yang bersangkutan jika sejumlah peristiwa fungsional ditanggalkan, maka akan menyebabkan cerita menjadi lain bahkan kurang logis.
− Peristiwa kaitan adalah peristiwa yang berfungsi mengaitkan peristiwa penting. Peristiwa kaitan kurang mempengaruhi pengembangan alur cerita, sehingga seandainya ditanggalkan pun, tidak akan mempengaruhi logika cerita.
− Peristiwa acuan adalah peristiwa yang tidak secara langsung berpengaruh atau berhubungan dengan perkembangan alur, melainkan mengacu pada unsur-unsur lain.2. Konflik
Adalah kejadian yang tergolong penting atau hal yang menyebabkan tokoh menjadi tidak enak. Konflik terdiri dari konflik eksternal dan konflik internal.
− Konflik eksternal : Konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan sesuatu yang diluar dirinya, mungkin dengan lingkungan alam dan manusia.
− Konflik fisik : Antara tokoh dengan alam.
− Konflik internal : Konflik yang ada dalam diri tokoh.

3. Klimaks
Adalah peristiwa yang membawa perubahan nasib dari tokoh.
− Plausibilitas : Suatu hal yang dapat dipercaya sesuai dengan logika cerita.
− Tegangan : Dibuat oleh pengarang agar pembaca mempunyai rasa ingin tahu.
− Surprise : Sesuatu yang bersifat mengejutkan jika sesuatu yang dikisahkan atau kejadian yang ditampilkan menyimpang.
− Kepaduan : Unsur yang ditampilkan, khususnya peristiwa fungsional, kaitan dan acuan memiliki keterkaitan satu sama lain.

B. TAHAPAN ALUR

1. Tahapan awal : Tahap awal sebuah cerita biasanya disebut tahap perkenalan yang berisi sejumlah informasi penting yang berkaitan dengan berbagai hal yang akan dikisahkan pada dahap berikutnya. Misalnya berupa pengenalan latar, pengenalan tokoh.
Fungsi pokok tahap awal adalah untuk memberikan informasi dan penjelasan seperlunya khususnya yang berkaitan dengan pelataran dan penokohan.
2. Tahap tengah : Menampilkan pertentangan atau konflik yang sudah mulai pada tahap sebelumny, menjadi semakin meningkat, semakin menegangkan.
3. Tahap akhir : Tahap akhir sebuah cerita, atau dapat juga disebut sebagai tahap pelarian, menampilkan adegan tertentu sebagai akibat klimaks. Bagian ini berisi bagaimana kesudahan cerita, atau menyaran pada hal bagaimanakah akhir sebuah cerita.C. PEMBEDAAN ALUR

1. Berdasarkan Kriteria Waktu
Dibedakan menjadi dua yaitu kronologis dan takkronologis. Yang pertama disebut sebagai alur lurus, maju atau dapat juga dinamakan progresif. Sedangkan yang kedua adalah sorot balik, mundur, flask back atau juga disebut regresif.
− Alur lurus : Alur yang dimulai dari depan / awal.
− Alur flash back : Alur yang tak harus dimulai dari awal cerita.2. Berdasarkan Kriteria Jumlah
− Alur tunggal : Didalam cerita hanya menceritakan satu orang tokoh.
− Sub sublur : Didalam sebuah cerita, menceritakan banyak tokoh.

3. Berdasarkan Kriteria Kepadatan
− Alur padat : Menceritakan satu tokoh dalam satu cerita. Peristiwa fungsional terjadi susul menyusul dengan cepat, hubungan antar peristiwa terjalin secara erat dan pembaca seolah-olah dipaksa untuk terus mengikutinya.
− Alur longgar : Pergantian peristiwa berlangsung lambat disamping hubungan antar peristiwa tersebut pun tidaklah erat benar.
4. Berdasarkan Kriteria Isi
− Alur peruntungan : Berhubungan dengan cerita yang mengungkapkan nasib, peruntungan yang menimpa tokoh utama cerita yang bersangkutan.
− Alur tokohan : Alur tokohan menyaran pada adanya sifat pementingan tokoh, tokoh yang menjadi pusat perhatian.
− Alur pemikira : Mengungkapkan sesuatu yang menjadi bahan pemikiran, keinginan, perasaan, berbagai macam obsesi dan lain hal yang menjadi masalah hidup dan kehidupan manusia.