Kombes Hengki Haryadi: Tak Ada Tempat Bagi Preman di Jakarta Barat

0
32

Media Cyberpost Indonesia
Jum’at, 15 Desember 2017 10:00

JAKARTA (Cyberpost) – Resmi menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, bertekad memberantas premanisme yang kerap meresahkan masyarakat. “Kami akan terus awasi, artinya tidak ada tempat bagi preman di Jakarta Barat,” tegasnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Menurut Hengki, yang jadi permasalahan saat ini adalah warga yang enggan melaporkan ketika melihat tindak premanisme. Ia menilai ada kemungkinan warga takut untuk melaporkan karena tidak mau berurusan dengan preman.

“Karena sifatnya premanisme itu dari dulu ada fenomena silent show suara suara diam, yang pertama orang itu resah tapi enggan untuk melaporkan, kenapa? Karena mereka mungkin takut berhadapan dengan preman,” kata Hengki.

Dengan adanya situasi tersebut maka peran polisi untuk hadir ditengah masyarakat dinilai sangat penting. Pasalnya, bagaimanapun aksi premanisme jangan sampai menjamur dan menghantui masyarakat.

“Nah di sini polisi harus proaktif untuk melihat fenomena ini, ini sudah kami arahkan ke anggota artinya walaupun tingkat untuk premanisme ini turun dibandingkan dulu tapi akan kita coba untuk menganalisis dan kami lakukan penindakan,” tutur dia.

Bahkan, untuk membasmi aksi premanisme Hengki tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas jika telah melampaui batas dengan membuat ancaman kepada masyarakat. Meski begitu, dirinya telah mempunyai beberapa cara untuk menekan aksi premanisme yakni dengan pendekatan secara preentif, prefentif dan represif.

Cara-cara tersebut dinilai efektif untuk menekan angka kejahatan dan tidak akan lagi bermunculan aksi premanisme dikemudian hari.

“Tentunya kita mengintensifkan kasus-kasus preman ini harus kita lanjutkan ke sidang diluar pembinaan juga. Jadi nanti kami juga akan melakukan metodenya hits and fixed, kita pukul kita tindak tapi juga kita lakukan pembinaan,” kata Hengki.

Disatu sisi, Kapolres akan merubah image preman yang dianggap sebagai sampah masyarakat agar bisa dikembalikan ke arah yang lebih baik dengan cara melakukan pembinaan. Dengan memaksimalkan fungsi Binmas sebagai ujung tombak pendekatan terhadap para pelaku premanisme.

“Nanti kita akan coba, ibarat seperti ‘Polisi Peduli Preman’ misalnya. Kita akan cari akar permasalahan kenapa bisa jadi preman. Pelan-pelan akan kita lakukan,” ucap Hengki.

Meski baru sepekan menjabat sebagai Barat satu, namun Hengki sudah mulai memetakan lokasi-lokasi rentan aksi kejahatan. Menurutnya, tidak semua wilayah bisa dilakukan penindakan yang sama dengan cara kekerasan, mencari titik permasalahan dengan duduk bersama dirasa ampuh sebagai upaya menghilangkan aksi premanisme.

“Misalnya disana ada preman, banyak yang malak-malak, ada preventif secara pembinaan kita gunakan Binmas, intelijen bermain disana, fase-fase preventif maka strong point patroli-patroli kita arahkan kesana,” ucap Hengki.
Sedangkan secara represif, dirinya akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku premanisme sehingga menimbulkan efek jera.

“Tangkap, majukan ke sidang kalau memang itu meresahkan, sehingga bisa menciptakan efek jera secara spesialis kepada pelaku maupun secara generalis secara umum masyarakat takut untuk meniru yang dilakukan preman,” tandas dia.

Tidak hanya aksi premanisme, peredaran narkoba juga menjadi salah satu program dirinya kedepan untuk memberangus peredaran barang haram tersebut yang dinilai akan merusak masa depan bangsa.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here