Pembekalan Pengurus dan Anggota GPAN “Pentingnya Pengetahuan Drugs Amnesty”

0
530
Brigjen Siswandi Pembina GPAN (Gerakan Peduli Anti Narkoba) Saat Memberikan Pembekalan ANggota GPAN

JAKARTA, Cyberpost – Bertempat di Aula Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur DPP GPAN 8/4/2016 mengadakan, mengadakan acara Pembekalan Pengurus dan Anggota GPAN dengan thema  “Pentingnya Pengetahuan Drugs Amnesty”,

Acara pertama dibuka dengan menyanyikan Indonesia raya juga serta Doa, dalam pembekalan pengurus dan anggota ada disuguhkan testimoni korban pemakai Narkoba pernah dipenjara, dimaksudkan yang belum terkontaminasi agar mengetahui tidak ada baiknya yang namanya Narkoba itu.

Michael Ponelo sebagai pembicara yang juga Ketua bidang penyuluhan pencegahan penyuluhan Narkoba, dirinya bekas pengguna narkoba, mantan pengguna narkoba lebih baik  daripada mantan penjahat,  bagi dirinya yang sudah bebas dari penggunaan narkoba dia menginginkan saat ini eks narkoba bagaimana bisa berdiri dan berguna untuk bangsa Indonesia hari ini dan untuk kedepan.

Lanjuntnya, dirinya bersyukur, Saat ini masih diberikan kesempatan, saat ini dirinya masih hidup, tentunya yang terbaik adalah berkarya untuk Indonesia yang pastinya bermanfaat.

“Untuk penyalah gunaan Narkoba, tentunya tugas kita semua saling bergandengan tangan, agar Bahaya dari penyalahgunaan Narkoba bukan lagi sebagai bencana.” bebernya.

Hal senada disampaikan Bella salah stu korban Narkoba, “dirinya saat itu masih jadi pemakai Narkoba lihat orang tidak jelas melihat dunia tidak secerah saar ini, dahulu dirinya pernah dipenjara di menado.” terangnya.

Begitupula dikatakan Howard, “Narkoba adalah setan, karena Narkoba dirinya tidak fokus untuk menjalani kehidupan, 3 kali masuk penjara, pernah tinggal di Amerika.” ungkapnya.

Acara yang diselingi dengan tampilan artis Jecco Irama mirip Michael Jackson, tapi kheren menyanyikan lagu “Narkoba” iramanya serupa dengan “Mirasantika”  yang intinya Narkoba lebih banyak Mudoratnya, Narkoba No Way.

Selengkapnya, Tesy salah satu mantan Pengguna Narkoba menyampaikan, jangan pernah pakai narkoba, “kembali lagi utamakan kembali kepada Iman dan Takwa, kalau Iman kita kuat kita tidak akan mau kembali ke Narkoba.” pesannya.

Jacson mantan pengguna narkoba lainnya menegaskan dirinya pernah masuk jeruji besi hingga nusakambangan saat ini dirinya sudah sembuh dan tidak akan pernah memakai Narkoba kembali.

Jimmy Rimba SE, Sekertaris Jendral GPAN, banyak orang meninggal karena narkoba, saat ini negara sudah menjadi market permanen, saat ini GPAN peduli untuk mengantisipasi bahaya narkoba, untuk itulah adanya Drugs Amnesti, bagaimana pemakai dan pecandu Narkoba bisa disembuhkan.

Bob Hasan SH, MH Ketua Umum DPP GPAN, Indonesia Pangsa Pasar terbesar Drugs Amneti, GPAN akan menjembatani pengguna narkoba untuk bisa direhabilitasi disembuhkan dari ketergantungan Narkoba, apabila mendatangi GPAN tidak akan ditangkap polisi.

Brigjen Pol Drs Siswandi sebagai Pelindung di GPAN menyampaikan, korban pecandu akan  sehat setelah direhab 3 bulan oleh Dr Ilyas, “Rehabilitasi di GPAN gratis tidak dipungut bayaran beda di tempat lain harus membayar.” tukasnya.

“kalau di bandara atau di tempat umum jangan mau dititip koper isinya Narkoba, dari makanan dan minuman jangan terima sembarangan ditakutkan ada narkobanya.” pesannya.

Menurutnya, berbagai modus dalam peredaran Narkoba, saat ini Narkoba bisa diselundupkan atau disamarkan dengan buku tebal, makanan ikan, diselipkan di dalam rambut, dimasukan dalam peti kemas, tiang pancang untuk reklamasi, “sudah 3 kali pengiriman shabu dapat digagalkan, saat ini hukuman narkoba bisa diberlakukan hukuman mati, penjara dan bisa di rehabilitasi.” tegasnya.

Dimanapun kita berada hendaknya, Jangan salah gunakan fasilitas yang kita pakai, “apabila kita berada seperti di diskotik, Bioskop atau dihotel, untuk ada yang mencurigakan atau terindikasi pengedar Narkoba silahkan buat dan bikin surat terbuka bila masih melegalkan narkoba, identitas akan dirahasiakan.”Tandasnya. (Any SH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here