Bantu Ekonomi Umat Islam, Dr.Taufan Berharap MUI Bisa Buat Bank Sendiri

0
119

JAKARTA,Cyberpost – Pertubuhan ekonomi dan masyarakatnya merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan sebuah negara. karena pola pandangan tentang permasalahan ekonomi, Untuk pertumbuhan dari sisi ekonomi kita cukup baik, kita ada di nomor urut ke 3 Setelah Tiongkok dan India.

Demikian ungkap Dr.Taufan Maulamin.SE.Akt,MM selaku Direktur Program STIAMI yang ditemui pada Sabtu (22/1) siang yang sedang bersantai di cafe sehabis pembukaan kongres ekonomi umat tahun 2017 di hotel Sahid Jaya, jakarta.

Dikatakan Dr.Taufan, yang perlu kita lakukan untuk perekonomian bangsa kita adalah pertumbuhan ekonomi, penekanan angka kemiskinan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Untuk itu kita sebagai umat Islam dapat berkerja secara power full ekonomi.

“Karenanya yang namanya pertumbuhan ekonomi suatu bangsa itu, apabila tingkat produktifitas kaum mayoritasnya meningkat tentu saja akan meningkatkan hasil dari capital ini flow” ujar Taufan menegaskan.

Untuk pertumbuhan ekonomi dari sektor produksion, tetapi yang terjadi di negeri ini pengeluaran ekonomi sekitar 60% untuk sektor konsumsi dan ini tidak akan meningkatkan laju pertumbuhan dari ekonomi.

“Saya sangat mensuport jika ekonomi terjadi dengan sistem B2B (Bisnis to Bisnis) karena ini bisa lebih cepat dari mata rantai ekonomi kita ,dia punya dana lalu di aksespen oleh bank kemudian ready untuk pembayaran dan jalan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kongres ekonomi umat Islam ini, bisa menjadi respensentasi umat yang besar untuk mendukung ekonomi secara besar, secara positif, secara aktif, ekonomi itu berbicara tenang profesional, margin of production dan juga bagaimana cost dan rasio.

“Karena secara intinya ekonomi itu sebenarnya bicara who get one : siapa yang mendapat sesuatu untuk mengaspriasi untuk mengalahkan mayoritas,” ujar Taufan menambahkan.

Supaya ekonomi kita menjadi maju kita harus main melalui sistem main streaming ekonomi. Ada tiga sumber keuangan kita ; ada dana haji, dana zakat dan wafak, ada dana bergulir seperti dana yang abadi.

Kita harus memperbanyak bank yang bersyariah hanya saja permasalah ekonomi kita terjadi pada modal, sistem dan personal. Kita punya harapan MUI bisa membuat bank sendiri untuk membantu ekonomi kita sebagai umat beragama, “hal semacam ini sudah terjadi di negara Eropa dimana umat Kristen Katolik punya bank sendiri ,yakni bank Vatikan yang dikelolah oleh paus sebagai pemimpin agama. Ujar Taufan menutup. (Ri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here